Sukses Gelar Asian Games, Kalla Optimistis Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade

Kompas.com - 19/12/2018, 09:37 WIB
Tim sepak takraw putra Indonesia berpose memperlihatkan medali emas seusai pertandingan final quadrant putra Asian Games 2018 di GOR Ranau, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sabtu (1/9/2018). Sejarah baru diukir tim sepak takraw Indonesia dengan meraih emas Asian Games 2018 di nomor quadrant putra, sekaligus menjadi prestasi terbaik pada cabang sepak takraw sejak pertama kali dilombakan di Asian Games 1990. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDITim sepak takraw putra Indonesia berpose memperlihatkan medali emas seusai pertandingan final quadrant putra Asian Games 2018 di GOR Ranau, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sabtu (1/9/2018). Sejarah baru diukir tim sepak takraw Indonesia dengan meraih emas Asian Games 2018 di nomor quadrant putra, sekaligus menjadi prestasi terbaik pada cabang sepak takraw sejak pertama kali dilombakan di Asian Games 1990.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla optimistis Indonesia bisa menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 setelah sukses menggelar Asian Games XVIII di pada Agustus lalu.

Hal itu disampaikan Kalla saat memberikan sambutan dalam acara pembubaran panitia pelaksana Asian Games 2018 di Kompleks Equestrian Pulomas, Jakarta, Selasa (18/12/2018).

"Maka, yang ingin kami tawarkan adalah Olimpiade sekalian. Karena Asian Games dan Olimpiade beda-beda tipis penyelenggaraannya. Hanya kualitasnya harus lebih tinggi lagi, dan saya yakin kita semua dapat melaksanakan itu," kata Kalla.

Baca juga: Erick Thohir: Penyelenggaraan Asian Games 2018 Hemat Rp 2,8 Triliun


Ia mengatakan penyelenggaraan Asian Games 2018 mendapat sambutan positif dari masyarakat luar dan dalam negeri. Bahkan saat menggelar rapat evaluasi, Kalla kesulitan menemukan kekurangan penyelenggaraan Asian Games 2018.

Ia menceritakan saat minggu lalu menggelar rapat bersama Inasgoc. Saat itu ia bertanya apa kekurangan dari penyelenggaraan Asian Games 2018. Kalla melanjutkan semua peserta rapat kebingungan menjawab pertanyaan Kalla.

Baca juga: Jokowi Jajal Xmax dan Terkenang Aksi Kebut-kebutan di Asian Games 2018

Demikian pula seusai rapat saat dirinya bertemu wartawan. Ia pun menanyakan ke wartawan apa kekurangan dari penyelenggaraan Asian Games 2018. Kalla mengatakan para wartawan pun kebingungan menjawab pertanyaannya.

"Lalu ada satu (wartawan) yang angkat tangan, kekurangannya ialah terlalu singkat hanya dua minggu, mestinya satu bulan. Dan ini juga hampir sama dengan pandangan masyarakat," ujar Kalla.

"Semua venue selesai pada waktunya, bandingkan apa yang terjadi waktu olimpiade Rio, hari terakhir ada yang belum selesai. Begitu juga penyelenggaraannya, semuanya penyelenggaraan excelent. prestasi juga hal yang sama. Kita targetkan 16, yang tercapai hampir dua kali lipat, 31," lanjut dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X