Kompas.com - 16/12/2018, 12:49 WIB
Presiden Joko Widodo berselfie bersama 3.300-an Babinsa dari Kodam Iskandar Muda, Kodam I Bukit Barisan dan Kodam II Sriwijaya, di Balai Room Universitas Jambi, Minggu (16/12/2018). Fabian Januarius KuwadoPresiden Joko Widodo berselfie bersama 3.300-an Babinsa dari Kodam Iskandar Muda, Kodam I Bukit Barisan dan Kodam II Sriwijaya, di Balai Room Universitas Jambi, Minggu (16/12/2018).

JAMBI, KOMPAS.com -- Presiden Joko Widodo menitipkan pesan khusus bagi 3.300-an personel Babinsa di 3 wilayah teritorial di Sumatera.

Apa pesan khusus itu?

"Saya titip ini, tolong disampaikan kepada kepala desa bahwa pembelian-pembelian untuk kegiatan dana desa, itu beli barangnya, beli produknya, di desa," ujar Jokowi saat pengarahan kepada Babinsa di Balai Room Universitas Jambi, Minggu (16/12/2018).

Para Babinsa itu diketahui berasal dari Kodam Iskandar Muda, Kodam I Bukit Barisan dan Kodam II Sriwijaya.

Jokowi mencontohkan, apabila desa ingin menggunakan dana desa untuk membangun parit untuk sawah, maka pasir, batu kerikil dan semen semestinya dibeli di desa itu juga.

Baca juga: Di Jambi, Jokowi Beri Pengarahan Babinsa hingga Tim Sukses Daerah

"Kalau enggak ada, beli di desa sebelah. Paling maksimal kalau enggak ada juga, beli di kecamatan," ujar Jokowi.

Bahkan, tidak jadi persoalan apabila harga bahan material di desa sedikit lebih mahal.

"Agar apa? Agar uang itu beredar terus di bawah, jangan kembali lagi ke Jakarta, jangan kembali lagi ke kota. Perputaran uang itulah yang akan menyejahterakan rakyat desa," lanjut dia.

Baca juga: Alasan Jokowi Naikkan Tunjangan TNI

Semenjak 2015 hingga 2018 sendiri, pemerintah telah menggelontorkan dana desa sebesar Rp 187 triliun. Kesejahteraan di desa pun sudah mulai menunjukan peningkatan.

Jokowi menyebut bahwa angka kemiskinan di desa menurun dari 13,47 menjadi 13,20. Meski demikian, perbaikan angka kesejahteraan itu masih dirasa kurang.

Presiden meyakini apabila dana desa berorientasi kepada, dari dan untuk desa, maka tingkat kemiskinan akan menurun tajam.

"Sebab ada ketimpangan dari desa dan kota. Perputaran uang itu selama ini 50 60 persen hampir ada di Jakarta dan sekitarnya. Kita ingin mendekatkan disparitas ini," ujar Jokowi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X