Hendardi: Laporan Terhadap Basarah jadi Momen Membongkar Kejahatan Keluarga Soeharto

Kompas.com - 14/12/2018, 14:26 WIB
Ketua Badan Pengurus Setara Institute Hendardi usai mengikuti diskusi bertemakan Pencemaran Nama Baik vs Melawan Lupa di Universitas Kristem Indonesia (UKI), Jakarta Timur, Jumat (14/12/2018). CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comKetua Badan Pengurus Setara Institute Hendardi usai mengikuti diskusi bertemakan Pencemaran Nama Baik vs Melawan Lupa di Universitas Kristem Indonesia (UKI), Jakarta Timur, Jumat (14/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Badan Pengurus Setara Institute Hendardi menilai pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, yang menyebut Presiden Soeharto sebagai guru korupsi di Indonesia menjadi momentum pemerintah untuk membongkar korupsi dan kejahatan kemanusiaan yang terjadi.

"Laporan pencemaran nama baik yang dituju ke Ahmad Basarah mesti kita manfaatkan untuk membuka kembali ingatan publik tentang apa yang telah dilakukan Soeharto," kata Hendardi dalam diskusi bertajuk "Pencemaran Nama Baik vs Menolak Lupa" di Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta Timur, Jumat (14/12/2018).

Sebelumnya, polemik ini bermula dari pernyataan Basarah mengenai maraknya korupsi di Indonesia dimulai sejak era Presiden ke-2 Soeharto. Berdasarkan itu, Basarah menyebut Soeharto sebagai guru dari korupsi di Indonesia.

Baca juga: Basarah Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Penghinaan Soeharto

Berikut pernyataan Basarah mengenai hal itu, "Jadi, guru dari korupsi di Indonesia sesuai TAP MPR Nomor 11 Tahun 1998 itu mantan Presiden Soeharto dan itu adalah mantan mertuanya Pak Prabowo."

Di sisi lain, bagi Hendardi, pernyataan Basarah bukanlah tanpa dasar, melainkan sebuah fakta yang harus diungkap kebenaranya saat ini.

"Soeharto itu bukan dibebaskan demi hukum, bukan karena tidak bersalah, tetapi karena status terakhirnya adalah sebagai terdakw kasus korupsi. Lalu, kasus itu berhenti karena dia sakit dan meninggal dunia," paparnya.

Jadi, seperti diungkapkan Hendardi, momentum pengaduan Basarah harus digunakan guna menggugah ingatan publik bahwa masih ada persoalan yang belum selesai.

"Keluarga Soeharto dan kroni-kroni korupsinya itu yang mesti dibongkar saat ini," tegasnya.

Hendardi kemudian mengingatkan kepada kepolisian untuk tidak menekankan pada persoalan laporan pernyataan Basarah, tetapi justru korupsi zaman Soeharto harus diungkap.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X