Jubir Prabowo-Sandiaga Lebih Percaya Survei Internal Dibandingkan Lembaga Lain - Kompas.com

Jubir Prabowo-Sandiaga Lebih Percaya Survei Internal Dibandingkan Lembaga Lain

Kompas.com - 06/12/2018, 20:02 WIB
Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade saat menemui wartawan setelah acara diskusi di Gedung KOMINFO, Jakarta Pusat, Selasa (14/8/2018). KOMPAS.com/Devina Halim Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade saat menemui wartawan setelah acara diskusi di Gedung KOMINFO, Jakarta Pusat, Selasa (14/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade mengatakan pihaknya tak ambil pusing dengan hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Andre menuturkan, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lebih mempercayai hasil survei internal yang dilakukan tim Badan Pemenangan Nasional (BPN).

Hal itu dikatakan Andre menanggapi survei yang diadakan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang memaparkan tidak sampai 30 persen mengaku pernah mendengar atau mengetahui lima program Prabowo-Sandiaga.

“Silakan survei LSI enggak ada masalah bagi kami, yang jelas kami percaya pada survei internal yang kami anggap sebagai portrait of objective untuk memotret kondisi riil sekarang,” tutur Andre saat dihubungi Kompas.com, Kamis (6/12/2018).


Baca juga: Survei LSI: Publik Tahu Program Jokowi-Maruf tetapi Tak Membicarakan

Andre mengatakan, survei internal yang dilakukan tim BPN menjadi pegangan dan patokan dari pasangan Prabowo-Sandiaga.

Bahkan, ia mengklaim hasil survei yang dilakukan internal telah menunjukkan hasil yang positif dan signifikan.

Namun, Andre tidak menjelaskan mengenai metodologi dari survei yang dilakukan tim internal BPN itu.

“Alhamdulilah di akhir November kami menembus 40 persen mendekati angka pak Jokowi dengan target kita awal Januari sudah mengungguli pak Jokowi,” tutur Andre.

Baca juga: Survei LSI: Program Prabowo-Sandiaga Belum Banyak Didengar Publik

“Ini menunjukkan respon masyarakat soal program pak Prabowo soal pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan memastikan harga-harga bahan pokok terjangkau mendapat respon itu yang kami rasakan,” sambung Andre.

Lebih lanjut, Andre tak sepakat bila program Prabowo-Sandiaga kurang dikenal masyarakat.

Ia mengatakan, bahwa program dan rencana-rencana dari pasangan Prabowo-Sandiaga telah digencarkan dan disosialisasikan kepada masyarakat.

“Pak Prabowo dan bang Sandi sudah terjun ke masyarakat, kedua di media sosial tim kami sudah bekerja mensosialisasikan (program-program),” kata Andre.

Lalu, Andre menuturkan, seluruh caleg, kader, relawan pasangan Prabowo-Sandiaga juga telah bertemu dengan masyarakat untuk mensosialisasikan program, gagasan, visi dan misi.

“Jadi semua cara udara, darat, dan laut itu kita pakai untuk mensosialisasikan program pak Prabowo dan bang Sandi,” kata Andre.

Sebelumnya, dari hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan selama dua bulan masa kampanye Pilpres 2019, belum banyak masyarakat yang mengetahui program pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Peneliti LSI Rully Akbar memaparkan, dari 1.200 responden yang disurvei pada 10 hingga 19 November 2018, tidak sampai 30 persen yang mengaku pernah mendengar atau mengetahui lima program Prabowo-Sandiaga.

"Program Prabowo-Sandiaga belum masif terdengar. Rata-rata di bawah 30 persen yang mengaku pernah mendengar atau mengetahui," ujar Rully di kantor LSI, Jakarta Timur, Kamis (6/12/2018).



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X