Ketua DPR: Masyarakat Akan Melihat Partai Mana yang Kadernya Rajin...

Kompas.com - 05/12/2018, 15:15 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo mengatakan masyarakat bisa melihat partai mana yang kadernya rajin dan tidak mengabaikan tugas-tugas di DPR. Anggota DPR yang rajin akan mendapatkan kepercayaan lagi oleh masyarakat.

"Saya mengingatkan bahwa masyarakat akan melihat partai mana yang kadernya rajin, konsisten, dan tidak mengabaikan tugas kedewanan. Ini akan berpengaruh dan berdampak kepada pemilu ke depan," ujar Bambang di kompleks parlemen, Rabu (5/12/2018).

Hal ini terkait banyaknya kursi kosong pada saat Rapat Paripurna ke-9 masa persidangan II, awal pekan ini. Bambang mengaku sudah berkomunikasi dengan semua fraksi di DPR terkait pembagian tugas di DPR.

Baca juga: Barisan Kursi Kosong Saat Rapat Paripurna DPR...

Di musim kampanye ini, Bambang sudah mengingatkan fraksi untuk mengatur anggotanya. Setidaknya, harus ada anggota DPR yang mewakili fraksi di setiap kegiatan di DPR.

"Harus ada dalam setiap kegiatan di DPR, diatur sedemikian rupa agar tidak kosong," kata dia.

Bambang mengatakan, dia hanya bisa mengimbau fraksi-fraksi. Pelaksanaannya tetap diserahkan kepada fraksi partai di parlemen.

Dalam kaitannya dengan Pemilihan Legislatif, Bambang mengatakan lolos atau tidaknya sebuah partai juga tergantung pada kinerja kadernya di parlemen.

"Ini kita kembalikan kepada pimpinan partai politik yang bersangkutan, tugas kami di pimpinan hanya bisa mengimbau. Selebihnya terpilih atau tidak, lolos atau tidak partai di DPR, itu tergantung amal dan perbuatan," ujar Bambang.



Terkini Lainnya

Pengamat: Ketidaktaatan Tim Hukum 02 Terhadap Hukum Acara Berujung pada Penyimpangan MK

Pengamat: Ketidaktaatan Tim Hukum 02 Terhadap Hukum Acara Berujung pada Penyimpangan MK

Nasional
LPSK Terbentur Aturan Permintaan Perlindungan Saksi, Ini Saran Pakar Hukum

LPSK Terbentur Aturan Permintaan Perlindungan Saksi, Ini Saran Pakar Hukum

Nasional
Survei SMRC, Kondisi Penegakan Hukum Sebelum dan Sesudah Kerusuhan 22 Mei Dinilai Baik

Survei SMRC, Kondisi Penegakan Hukum Sebelum dan Sesudah Kerusuhan 22 Mei Dinilai Baik

Nasional
Dugaan Kecurangan TSM dalam Pilpres, Pengamat Sebut Seharusnya Prabowo-Sandi Diperiksa Juga

Dugaan Kecurangan TSM dalam Pilpres, Pengamat Sebut Seharusnya Prabowo-Sandi Diperiksa Juga

Nasional
Tren Takut Bicara Politik dan Penangkapan Semena-mena Meningkat Pasca Kerusuhan 22 Mei

Tren Takut Bicara Politik dan Penangkapan Semena-mena Meningkat Pasca Kerusuhan 22 Mei

Nasional
Minim Jelaskan Hasil Hitung Suara Versi Prabowo-Sandi, Tim Hukum 02 Dikritik

Minim Jelaskan Hasil Hitung Suara Versi Prabowo-Sandi, Tim Hukum 02 Dikritik

Nasional
Survei SMRC: Pasca Kerusuhan 21-22 Mei, Penilaian Soeharto Demokratis Meningkat

Survei SMRC: Pasca Kerusuhan 21-22 Mei, Penilaian Soeharto Demokratis Meningkat

Nasional
Jabatan Ma'ruf Amin di Bank Syariah Dinilai Tak Timbulkan Konflik Kepentingan

Jabatan Ma'ruf Amin di Bank Syariah Dinilai Tak Timbulkan Konflik Kepentingan

Nasional
Survei SMRC: Soeharto Dinilai Diktator, SBY dan Jokowi Dinilai Demokratis

Survei SMRC: Soeharto Dinilai Diktator, SBY dan Jokowi Dinilai Demokratis

Nasional
Survei SMRC: 69 Persen Publik Nilai Pilpres 2019 Berlangsung Jurdil

Survei SMRC: 69 Persen Publik Nilai Pilpres 2019 Berlangsung Jurdil

Nasional
Survei SMRC: Mayoritas Publik Nilai Demokrasi Semakin Baik Selama 20 Tahun Terakhir

Survei SMRC: Mayoritas Publik Nilai Demokrasi Semakin Baik Selama 20 Tahun Terakhir

Nasional
Pakar: Petitum Gugatan Prabowo-Sandi Seakan Bukan Dibuat Orang Hukum

Pakar: Petitum Gugatan Prabowo-Sandi Seakan Bukan Dibuat Orang Hukum

Nasional
TKN: Tim Hukum 02 Bangun Narasi Saksinya Terancam

TKN: Tim Hukum 02 Bangun Narasi Saksinya Terancam

Nasional
Menurut KPK, Kasus Pelesiran Novanto Beresiko bagi Kredibilitas Kemenkumham

Menurut KPK, Kasus Pelesiran Novanto Beresiko bagi Kredibilitas Kemenkumham

Nasional
Tim 02 Minta Perlindungan Saksi, TKN Singgung Kasus yang Pernah Jerat Bambang Widjojanto

Tim 02 Minta Perlindungan Saksi, TKN Singgung Kasus yang Pernah Jerat Bambang Widjojanto

Nasional

Close Ads X