Jadi Ketum PPP Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat Ingin Wujudkan Islah

Kompas.com - 15/11/2018, 17:33 WIB
Ketua Umum PPP Humphrey Djemat saat memberikan pidato saat Mukernas di DPP PPP, Jakarta, Kamis (15/11/2018). CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comKetua Umum PPP Humphrey Djemat saat memberikan pidato saat Mukernas di DPP PPP, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat, mengatakan, menentukan dukungan pada Pemilihan Presiden 2019 bukan hal yang menjadi tujuan utamanya.

Menurut dia, tujuan dari Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang menetapkannya sebagai Ketum PPP versi Muktamar Jakarta adalah untuk kembali mempersatukan PPP.

Konflik PPP berlangsung panjang, saat terbelah menjadi dua kubu, yaitu PPP versi Muktamar Jakarta yang sebelumnya dipimpin Djan Faridz, dan PPP versi Muktamar Surabaya yang dipimpin Romahurmuziy.

PPP yang diakui pemerintah adalah versi Muktamar Surabaya.

Baca juga: Humphrey Djemat Resmi Jabat Ketum PPP Versi Muktamar Jakarta

"Ya islah (bersatu) dulu lah. Kalau enggak gimana?" kata Humphrey, saat menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP Muktamar Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Ia mengatakan, kepentingan PPP Muktamar Jakarta yang dipimpinya untuk melihat bagaimana PPP bisa menguat pada Pemilu 2019.

"Mukernas inikan untuk konsolidasi dan sangat penting," kata dia.

Mengenai dukungan pada Pilpres 2019, Humphrey akan mendengarkan aspirasi dari 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) sebelum mengambil keputusan.

"Kami juga melihat aspirasi dari DPW yang mewakili umat di daerahnya itu seperti apa. Di situlah kami bisa melihat dan menilai sikap kami, ke mana dukungan kami untuk Pilpres 2019," kata Humphrey.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X