Sekjen Gerindra: Sandiaga Diwakafkan untuk Tambah Suara Partai Koalisi

Kompas.com - 14/11/2018, 09:56 WIB
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/10/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan partainya juga melakukan upaya agar Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai capres dan cawapres menimbulkan coattail effect atau efek ekor jas bagi partai politik koalisi

Menurut Muzani, Sandiaga bisa menjadi sosok yang mendongkrak suara partai pendukung.

"Sandi kami wakafkan untuk memberikan support kepada partai-partai non Gerindra. Kan kami juga punya kepentingan bagaimana PAN kursinya banyak, PKS kursinya banyak, Demokrat kursinya banyak," ujar Muzani di kompleks parlemen, Selasa (13/11/2018).

Sebab, hubungan Prabowo-Sandiaga dan partai koalisi harus saling menguntungkan. Muzani mengatakan jika Prabowo-Sandiaga memenangkan Pilpres 2019, partai pengusung lah yang jadi garda terdepan mengamankan kebijakan pemerintah di parlemen.

Oleh karena itu, partai pengusung Prabowo-Sandiaga juga harus berhasil lolos ke parlemen.

"Mereka-mereka lah yang mengamankan posisi kebijakan Pak Prabowo di parlemen, sebagai pengusung utama," kata dia.

Muzani tidak menjelaskan bagaimana cara Sandi membantu kampanye partai-partai pengusung. Namun, beberapa kali Sandiaga berkampanye ditemani oleh tokoh partai pengusung lain. Seperti di Riau, Sandiaga ditemani oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Muzani menjelaskan hal ini ketika ditanya mengenai efek ekor jas Prabowo-Sandiaga kepada partai pengusung.

Partai Demokrat sebelumnya telah menyatakan bahwa hanya PDI-P dan Gerindra yang mendapat keuntungan elektoral dalam Pilpres ini karena memiliki capres.

Baca juga: AHY Tegaskan Demokrat Tak Bergantung pada Coattail Effect

Muzani mengatakan coattail effect seperti yang disebut Partai Demokrat bukan hal yang diperkirakan oleh Gerindra.

"Bukan sesuatu yang dibayangkan coattail effect itu akan mengarah kepada partai yang bisa mengusung pasangan calon presiden atau wakil presiden, enggak pernah terbayang," ujar Muzani.

"Tapi kalau kemudian ini sebagai sebuah kenyataan harus dihadapi, ya takdirnya sudah begitu," tambah dia.

Kompas TV Tudingan Presiden Joko Widodo soal adanya pihak yang melakukan politik Genderuwo berbalas puisi dari wakil Ketua DPR yang juga Waketum Gerindra Fadli Zon. Soal adanya Genderuwo di Istana apakah &quot;Genderuwo&quot; ini merujuk pada sosok atau perilaku seseorang atau sekelompok orang? lalu siapa bermain politik Genderuwo?<br /> <br /> Untuk membahasnya sudah hadir di studio juru bicara badan pemenangan nasional Prabowo-Sandi, Andre Rosiade lalu ada wakil direktur tim kampanye nasional Jokowi-Maruf, Lukman Edy serta pakar komunikasi politik Lely Arrianie.

 

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X