Billy Sindoro Mengaku Dua Kali Bertemu Bupati Bekasi

Kompas.com - 06/11/2018, 05:00 WIB
Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/10/2018). KPK resmi menahan Billy Sindoro terkait kasus dugaan suap perizinan proyek pembanguan Meikarta. ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTODirektur Operasional Lippo Group Billy Sindoro mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/10/2018). KPK resmi menahan Billy Sindoro terkait kasus dugaan suap perizinan proyek pembanguan Meikarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Petinggi Lippo Group, Billy Sindoro mengaku pernah bertemu dengan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin sebanyak dua kali.

Hal itu ia ungkapkan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (5/11/2018) malam.

Billy dan Neneng merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap pada proses perizinan proyek pembangunan Meikarta di Cikarang.

Menurut Billy, poin pertemuannya dengan Neneng menjadi salah satu topik pertanyaan yang diajukan penyidik pada pemeriksaan tadi.

Baca juga: Setelah 15 Jam di Gedung KPK, Bos Lippo Group Billy Sindoro Ditahan

"Saya mengatakan, iya saya kenal, baru bertemu dua kali, pendek-pendek (durasi pertemuannya)," kata Billy.

Pertemuan pertama, kata dia, silaturahim dengan Neneng yang baru melahirkan anaknya. Dalam pertemuan itu, ia bersama sejumlah perwakilan dari Lippo Group hanya menyampaikan ucapan selamat atas kelahiran anak Neneng.

Pertemuan itu, lanjut Billy, hanya berlangsung sekitar 30 menit.

"Ada orang-orang di situ, rombongan. Ibu (Neneng) baru melahirkan, ada bayi, ada anak yang lain, ada pengasuh anak. Bicara yang umum, bicara biasa. Tidak ada bicara bisnis, tidak ada bicara apa-apa yang lain, apalagi soal uang," katanya.

Pada pertemuan kedua, Billy mengaku pernah bertemu dengan Neneng di sebuah hotel. Pada waktu itu, Billy ingin mengetahui tanggapan Neneng atas program corporate social responsibility (CSR) yang ia sampaikan.

Baca juga: KPK Pertimbangkan Tuntutan Maksimal terhadap Billy Sindoro

"Saya ingin melihat respons Ibu, gimana kalau saya mengusulkan kepada Rumah Sakit Siloam membuka rumah sakit kecil dulu untuk CSR. Saya ingin tahu respons si Ibu," kata Billy.

"Karena rumah sakit kecil, ukuran kelas C, kelas D itu dengan izin Bupati. Jadi saya tanya. Pertemuan singkat sekali dan ada orang-orang di situ. Dan ibu juga ditunggu orang lain. Jadi pertemuan cepat sekali, 10 atau 15 menit itu pertemuan sudah selesai," lanjutnya.

Ia pun kembali membantah pertemuan tersebut membicarakan persoalan uang, perizinan maupun bisnis terkait proyek Meikarta.

"Tidak ada bicara lain, apalagi bicara uang. Kecuali bicara yang saya sebutkan tadi," kata dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wapres Ungkap Alasan Pemerintah Berencana Merger Bank Syariah BUMN

Wapres Ungkap Alasan Pemerintah Berencana Merger Bank Syariah BUMN

Nasional
Partai Gerindra Gelar Kongres Luar Biasa 8 Agustus, Ini yang Akan Dibahas

Partai Gerindra Gelar Kongres Luar Biasa 8 Agustus, Ini yang Akan Dibahas

Nasional
Kasus Fetish Kain Jarik Bisa Memperjelas Definisi Hasrat Seksual di RUU PKS

Kasus Fetish Kain Jarik Bisa Memperjelas Definisi Hasrat Seksual di RUU PKS

Nasional
Pakar: Pemidanaan Korporasi Justru untuk Menyehatkan Korporasi

Pakar: Pemidanaan Korporasi Justru untuk Menyehatkan Korporasi

Nasional
Protokol Diperketat, Kini Wajib Tunjukkan Hasil Swab Saat Masuk Istana

Protokol Diperketat, Kini Wajib Tunjukkan Hasil Swab Saat Masuk Istana

Nasional
Penerapan Pasal Pencucian Uang dalam Kasus Korupsi Dinilai Masih Rendah

Penerapan Pasal Pencucian Uang dalam Kasus Korupsi Dinilai Masih Rendah

Nasional
Belum Ada Tersangka di Kasus Dugaan Korupsi Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Belum Ada Tersangka di Kasus Dugaan Korupsi Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Nasional
DPO Masuk ke Database Kependudukan, Mendagri: Lembaga Penegak Hukum Akan Terbantu

DPO Masuk ke Database Kependudukan, Mendagri: Lembaga Penegak Hukum Akan Terbantu

Nasional
Sebut Indonesia Hadapi Banyak Tantangan, Ibas Kenang Pemerintahan SBY

Sebut Indonesia Hadapi Banyak Tantangan, Ibas Kenang Pemerintahan SBY

Nasional
Doni Monardo Minta Jawa Barat Seimbangkan Prioritas Penanganan Covid-19

Doni Monardo Minta Jawa Barat Seimbangkan Prioritas Penanganan Covid-19

Nasional
Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Demokrat Siap Kawal Isu Kesehatan dan Ekonomi

Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Demokrat Siap Kawal Isu Kesehatan dan Ekonomi

Nasional
Sambut HUT RI, Pemerintah Gelar Lomba Bikin Video Berhadiah Rp 1 Miliar

Sambut HUT RI, Pemerintah Gelar Lomba Bikin Video Berhadiah Rp 1 Miliar

Nasional
Diduga Ada Penerimaan Hadiah oleh Penyelenggara Negara dalam Kasus Red Notice Djoko Tjandra

Diduga Ada Penerimaan Hadiah oleh Penyelenggara Negara dalam Kasus Red Notice Djoko Tjandra

Nasional
Pakar Komunikasi: Kampanye Masker Lebih Tepat untuk Kelompok yang Anggap Covid-19 Tak Bahaya

Pakar Komunikasi: Kampanye Masker Lebih Tepat untuk Kelompok yang Anggap Covid-19 Tak Bahaya

Nasional
Jokowi Sebut Pandemi Covid-19 Momentum Transformasi Pariwisata

Jokowi Sebut Pandemi Covid-19 Momentum Transformasi Pariwisata

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X