Hasto Kristiyanto: Usulan Debat Capres-Cawapres 6 Jam Berlebihan

Kompas.com - 23/10/2018, 21:34 WIB
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Rumah Cemara, Jakarta, Kamis (30/8/2018). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINSekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Rumah Cemara, Jakarta, Kamis (30/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai, gagasan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera, yang mengusulkan supaya debat kandidat capres-cawapres diperpanjang durasinya menjadi enam jam adalah berlebihan.

Menurut Hasto, debat digunakan untuk mengetahui komitmen, rekam jejak, dan kemampuan calom pemimlin, bukan untuk mengukuf keterampilan berbicara.

"Berlebihan karena kita cari pemimpin bukan dari aspek keterampilan berbicara, tapi dari komitmen, rekam jejak, kemampuan pemimpin yang transformatif," kata Hasto usai sebuah diskusi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2018).

Baca juga: Tim Prabowo-Sandi Usulkan Debat Capres Digelar di Kampus, Tanpa Dihadiri Pendukung

Jika tujuan durasi debat yang panjang adalah untuk mendalami rekam jejak dan kapabilitas kandidat, kata Hasto, hal itu bisa diketahui dari banyak cara, tidak hanya dari debat.

Hasto mengatakan, kapabilitas para kandidat memang harus terus menerus diuji, tetapi tidak hanya melalui debat.

"Selama ini kan rekam jejak sudah sangat jelas. Pak Jokowi dari Walikota, Gubernur, Capres saat itu. Begitu pula Pak Prabowo," ujar Hasto.

"Rekam jejak ini yang harus diuji terus-menerus dan kaitannya dengan keputusan politik yang diambil, karakter pemimpin, karakter yang grasak-grusuk tentu bukan hal positif. Tapi pemimpin yang terus tersenyum hadapi kritik itu artinya tahan uji," lanjutnya.

Baca juga: KPU Rancang Debat Capres-Cawapres Pemilu 2019 Digelar 5 Kali

Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Mardani Ali Sera mengusulkan supaya debat kandidat capres-cawapres diperpanjang durasinya menjadi enam jam. Hal itu untuk menjamin kedalaman isu yang dibahas capres dan cawapres dalam debat.

Menurut Mardani, pendeknya durasi debat yang diberikan pada capres dan cawapres pada penyelenggaraan debat-debat sebelumnya, menyebabkan kandidat tidak bisa tuntas dalam menjawab isu yang diangkat.

"Enam jam mungkin bombastis ya, tapi intinya dalami sampai tuntas. Kalau 2 jam kemarin itu masih kurang, 3 jam masih bisa," kata Mardani usai sebuah diskusi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2018).

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X