Ratna Tondang
Aktivis lingkungan

Aktivis lingkungan, lulusan Rekayasa Kehutanan Institut Teknologi Bandung

Perubahan Iklim dan Dampaknya bagi Kesehatan di Indonesia

Kompas.com - 25/09/2018, 07:13 WIB
Polusi udara terlihat di langit Jakarta, Senin (3/9/2018). Menurut pantauan kualitas udara yang dilakukan Greenpeace, selama Januari hingga Juni 2017, kualitas udara di Jabodetabek terindikasi memasuki level tidak sehat (unhealthy) bagi manusia. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOPolusi udara terlihat di langit Jakarta, Senin (3/9/2018). Menurut pantauan kualitas udara yang dilakukan Greenpeace, selama Januari hingga Juni 2017, kualitas udara di Jabodetabek terindikasi memasuki level tidak sehat (unhealthy) bagi manusia.

Masyarakat miskin dan terpinggirkan yang paling berat menanggung dampak polusi udara. Mereka masih sangat bergantung dengan bahan bakar padat/tradisional (seperti kayu bakar, batok kelapa, sekam padi atau serpihan kulit kayu) untuk memasak.

Setiap hari, mereka menghirup asap dari tungku pembakaran yang mencemari rumah mereka. WHO mengestimasi sekitar 4,3 juta kematian dini dapat terjadi akibat polusi udara dari sisa pembakaran bahan bakar padat/biomassa dari rumah tangga.

Di Indonesia, tingkat penggunaan biomassa seperti kayu bakar masih sangat tinggi. Menurut data statistik dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, tingkat konsumsi energi final nasional dari bahan bakar padat/biomassa hampir mencapai 306,99 juta barrels oil equivalent (BOE) atau sekitar 30 persen dari total konsumsi final energi nasional.

Sektor rumah tangga sebagai konsumer terbesar energi nasional adalah pengguna terbesar dari bahan bakar biomassa.

Masyarakat perkotaan juga turut kena imbas dari dampak polusi udara. Sisa pembakaran bahan bakar dari kendaraan bermotor, pembangkit listrik dan industri menjadi sumber utama polusi udara di perkotaan.

Partikel-partikel kecil berukuran kurang dari 10 mikron atau 2,5 mikron dari polusi udara menyebabkan berbagai penyakit saluran pernafasan.

Partikel-partikel ini terdiri dari sulfat, nitrat, amonia, sodium klorida, karbon hitam dan debu mineral.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Partikel ini sangat mudah masuk ke dalam paru-paru manusia melalui saluran pernafasan dan akhirnya masuk ke aliran darah. Bila semakin banyak partikel yang tertumpuk, akan menghambat aliran darah dan menyebabkan infeksi di saluran pernafasan.

Tak hanya polusi udara, perubahan iklim juga turut mempengaruhi ketahanan pangan. Pada rentang waktu 1900-2000, telah terjadi peningkatan suhu permukaan sebesar 0,002 derajat Celcius setiap tahun. Sejak 1960-an, laju peningkatan suhunya semakin cepat.

Peningkatan suhu permukaan ini tentunya akan menyebabkan perubahan tren iklim di Indonesia mulai dari berkurangnya curah hujan di musim kemarau ataupun meningkatnya curah hujan di musim penghujan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kritikan Polri Diharap seperti Satpam BCA Berbalas Teror, Polisi Diminta Tak Anti-kritik

Kritikan Polri Diharap seperti Satpam BCA Berbalas Teror, Polisi Diminta Tak Anti-kritik

Nasional
Aliansi Dosen Ultimatum UNJ Tolak Gelar Kehormatan Ma’ruf Amin dan Erick Thohir

Aliansi Dosen Ultimatum UNJ Tolak Gelar Kehormatan Ma’ruf Amin dan Erick Thohir

Nasional
Independensi MA Dikhawatirkan Terganggu jika Gugatan Kewenangan KY ke MK Dikabulkan

Independensi MA Dikhawatirkan Terganggu jika Gugatan Kewenangan KY ke MK Dikabulkan

Nasional
Sebaran 747 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

Sebaran 747 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

Nasional
Gus Muhaimin: Indikator Sukses Pembangunan Bukan Cuma Ekonomi, tapi Juga Kebahagiaan Masyarakat

Gus Muhaimin: Indikator Sukses Pembangunan Bukan Cuma Ekonomi, tapi Juga Kebahagiaan Masyarakat

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Ada 492.928 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 17 Oktober: Ada 492.928 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

Nasional
Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

Nasional
Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

Nasional
Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Ma'ruf: Pemerintah  Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Ma'ruf: Pemerintah Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Nasional
Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video 'Lapor Cak Imin Aja!'

Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video "Lapor Cak Imin Aja!"

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.