Ratna Tondang
Aktivis lingkungan

Aktivis lingkungan, lulusan Rekayasa Kehutanan Institut Teknologi Bandung

Perubahan Iklim dan Dampaknya bagi Kesehatan di Indonesia

Kompas.com - 25/09/2018, 07:13 WIB
Polusi udara terlihat di langit Jakarta, Senin (3/9/2018). Menurut pantauan kualitas udara yang dilakukan Greenpeace, selama Januari hingga Juni 2017, kualitas udara di Jabodetabek terindikasi memasuki level tidak sehat (unhealthy) bagi manusia. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOPolusi udara terlihat di langit Jakarta, Senin (3/9/2018). Menurut pantauan kualitas udara yang dilakukan Greenpeace, selama Januari hingga Juni 2017, kualitas udara di Jabodetabek terindikasi memasuki level tidak sehat (unhealthy) bagi manusia.

PERUBAHAN iklim berdampak secara global, termasuk pula di Indonesia. Mungkin belum semua lapisan masyarakat menyadari dampak perubahan iklim secara langsung.

Contoh dampak yang bisa kita lihat adalah kebakaran hutan yang terjadi pada tahun 2015. Ini adalah salah satu kebakaran hutan terbesar yang pernah terjadi di Tanah Air.

Kebakaran ini telah menghanguskan lebih dari 2,6 juta hektar lahan atau 4,5 kali luas Pulau Bali. Padahal, hutan Indonesia sendiri merupakan jenis hutan hujan tropis yang selalu basah atau lembap, sehingga sulit terbakar secara alami.

Pada 2015, fenomena El Nino menyerang beberapa wilayah di Indonesia sehingga menyebabkan kemarau yang lebih panjang. Kemarau yang lebih panjang ini membuat lahan hutan menjadi lebih kering dan lebih mudah terbakar.

Seperti yang kita tahu, El Nino terjadi akibat perubahan iklim global. Namun, bukan berarti El Nino menjadi satu-satunya penyebab kebakaran saat itu.

Ada beberapa faktor, seperti tingginya alih fungsi lahan hutan dan kurangnya monitoring titik api, yang turut menjadi penyebab kebakaran hutan.

Kebakaran hutan merupakan salah satu dari sekian banyak dampak yang mungkin dapat terjadi akibat perubahan iklim. Dampak paling vital dalam kehidupan kita adalah gangguan kesehatan, yang juga dipengaruhi perubahan iklim tanpa kita sadari sebelumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bayangkan saja jutaan orang di Asia Tenggara telah terpapar polusi udara akibat kebakaran hutan Indonesia pada 2015.

Ada sekitar 503.874 jiwa yang menderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di 6 provinsi Indonesia sejak 1 Juli hingga 23 Oktober 2015 akibat kebakaran hutan.

Polusi udara bukanlah masalah sepele. Data WHO menunjukkan, 7 juta orang meninggal setiap tahun akibat terpapar polusi udara dan berujung pada penyakit, seperti stroke, penyakit jantung, kanker paru-paru, penyakit paru obstruktif kronik, infeksi saluran pernafasan, termasuk juga pneumonia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.