Kompas.com - 20/09/2018, 17:58 WIB
- --
Penulis Amir Sodikin
|

Karya Ryan terinspirasi oleh foto-foto yang viral saat Jokowi dan Prabowo berpelukan di sela-sela ajang Asian Games 2018. Momentum itu begitu berharga dan akan selalu diingat semua warga Indonesia sebagai momentum politik yang adem.

Saat itu, Prabowo adalah Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia yang tengah menghadiri pertandingan pencak silat di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu (29/8/2018).

Presiden Jokowi dan Prabowo duduk berdampingan. Begitu pesilat Hanifan Yudani Kusuma memenangkan emas, dia menghampiri deretan kursi Jokowi dan Prabowo.

Hanifan menyalami satu per satu para tokoh yang menyaksikan pertandingan, mulai dari Ketua Kontingen (Cdm) Indonesia di Asian Games 2018 Syafruddin, Megawati, Wapres Jusuf Kalla, hingga Presiden Jokowi dan Prabowo.

Di akhir momentum salaman dengan Jokowi dan Prabowo, Hanifan tampak berusaha mendekatkan dua tokoh tersebut untuk dirangkul berbarengan, lengkap dengan atribut bendera Merah Putih yang kemudian membalut mereka bertiga.

Kompas.com hari itu memberitakan, sekat kaku politik telah runtuh oleh pencak silat. Tangan kanan Jokowi merangkul pundak Hanifan, sementara tangan kirinya merangkul punggung Prabowo.

Demikian pula tangan kanan Prabowo merangkul punggung Jokowi dan tangan kirinya merangkul pundak Hanifan. Adapun Hanifan yang memegang bendera Merah-Putih juga merangkul pundak Jokowi sekaligus Prabowo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Atlet Pencak Silat Raih Emas, Prabowo dan Jokowi Berpelukan

Seketika itu, para elit politik hingga rakyat jelata, apapun latar belakang pilihan politiknya, bersorak-sorai merayakan rangkulan bersejarah itu.

Momentum itu membuktikan, Indonesia rindu dengan cara-cara santun dan damai dalam kancah politik. Kita semua gembira, kita semua tak ingin memori itu berakhir cepat di ajang pencak silat semata.

Rangkulan rakyat jelata untuk para elit politik adalah ajakan nyata, betapa kita pada dasarnya bangsa yang suka merangkul, bukan memukul; bangsa yang lebih suka kedamaian, bukan perceraian; bangsa yang gemar berbagi keriangan, bukan kemarahan.

Kita ingin, keempat tokoh yang kini resmi bertanding dalam Pilpres 2019 ini benar-benar berangkulan untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Kami tak ingin memori itu hilang begitu saja. Mari ciptakan kembali rangkulan indah itu, di bawah balutan Merah Putih.

Pak Prabowo, Pak Sandi, Pak Jokowi, dan Pak Ma'ruf, serta para elite politik, rangkul dan peluklah para rakyat dengan kisah-kisah keindonesiaan yang membanggakan. Kita berbeda, karena itu kita menjadi kuat.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut Ungkap Modus Pelanggaran Pengguanaan PeduliLindungi, 1 Rombongan Cuma 1 Orang yang 'Scanning'

Luhut Ungkap Modus Pelanggaran Pengguanaan PeduliLindungi, 1 Rombongan Cuma 1 Orang yang "Scanning"

Nasional
Dirut PT INKA Pastikan Pengujian LRT Jabodebek Tetap Berjalan Usai Peristiwa Tabrakan

Dirut PT INKA Pastikan Pengujian LRT Jabodebek Tetap Berjalan Usai Peristiwa Tabrakan

Nasional
Soal Kemenag 'Hadiah' untuk NU, Politisi PKB Minta Menteri Yaqut Perbaiki Komunikasi

Soal Kemenag "Hadiah" untuk NU, Politisi PKB Minta Menteri Yaqut Perbaiki Komunikasi

Nasional
Pakar: Rachel Vennya Bisa Dikenakan Sanksi Denda Terkait Nopol 'RFS'

Pakar: Rachel Vennya Bisa Dikenakan Sanksi Denda Terkait Nopol "RFS"

Nasional
Azis Syamsuddin Bantah 3 Saksi Lain, Hakim: Ada yang Beri Keterangan Palsu

Azis Syamsuddin Bantah 3 Saksi Lain, Hakim: Ada yang Beri Keterangan Palsu

Nasional
Tabrakan LRT Jabodetabek, Dirut PT INKA: Masinis Alami Luka Ringan

Tabrakan LRT Jabodetabek, Dirut PT INKA: Masinis Alami Luka Ringan

Nasional
Dirut PT INKA Ungkap Kronologi Tabrakan LRT di Cibubur, Duga Disebabkan 'Human Error'

Dirut PT INKA Ungkap Kronologi Tabrakan LRT di Cibubur, Duga Disebabkan "Human Error"

Nasional
Hakim Pertanyakan Alasan Azis Syamsuddin Pinjamkan Rp 200 Juta ke Eks Penyidik KPK

Hakim Pertanyakan Alasan Azis Syamsuddin Pinjamkan Rp 200 Juta ke Eks Penyidik KPK

Nasional
Tes PCR Akan Diberlakukan di Seluruh Moda Transportasi

Tes PCR Akan Diberlakukan di Seluruh Moda Transportasi

Nasional
Luhut Minta Semua Pihak Disiplin Terapkan Prokes meski Kasus Covid-19 Menurun

Luhut Minta Semua Pihak Disiplin Terapkan Prokes meski Kasus Covid-19 Menurun

Nasional
Waketum: Kader Nasdem Tak Ada yang Genit di Kabinet, apalagi Ingin Maju Capres

Waketum: Kader Nasdem Tak Ada yang Genit di Kabinet, apalagi Ingin Maju Capres

Nasional
Nasdem Anggap Wajar Menteri-menteri Jokowi Masuk Bursa Capres

Nasdem Anggap Wajar Menteri-menteri Jokowi Masuk Bursa Capres

Nasional
Presiden Jokowi Akan Hadiri Sejumlah KTT ASEAN, G-20, hingga COP26

Presiden Jokowi Akan Hadiri Sejumlah KTT ASEAN, G-20, hingga COP26

Nasional
RI Terima 684.400 Dosis Vaksin AstraZeneca dari Selandia Baru

RI Terima 684.400 Dosis Vaksin AstraZeneca dari Selandia Baru

Nasional
Pengawasan Prokes di Lapangan Lemah, Luhut: Kita Jangan Membohongi Diri Sendiri

Pengawasan Prokes di Lapangan Lemah, Luhut: Kita Jangan Membohongi Diri Sendiri

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.