Sekjen PPP: Kubu Prabowo Sedang Menghibur Diri, Ditinggal Kader Partai Demokrat

Kompas.com - 10/09/2018, 16:36 WIB
Sekjen PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/4/2018) Kompas.com/Rakhmat Nur HakimSekjen PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/4/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) Arsul Sani angkat bicara terkait pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang menyebut kader partai berlambang Ka'bah itu tidak satu suara dalam mendukung Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Menurut Arsul, kubu pengusung pasangan Prabowo-Sandiaga Uno tengah menghibur diri lantaran sejumlah kader Partai Demokrat memberikan dukungan ke Jokowi.

"Mas Fadli Zon dan kawan-kawan sedang menghibur diri karena rupanya banyak ditinggal struktur dan akar rumput Partai Demokrat untuk dukung Pak Jokowi," ujar Arsul saat dihubungi, Senin (10/9/2018).

"Nah supaya ada hiburannya maka mereka bilang bahwa banyak kader PPP dukung Prabowo-Sandiaga. Kami ketawa saja, mudah-mudahan dengan cara seperti itu kegalauan mereka sedikit terobati," ucapnya.

Baca juga: Fadli Zon Sebut Kader PPP Juga Tak Solid Dukung Jokowi

Dia tidak membantah soal adanya perbedaan pendapat dukungan terhadap Presiden Jokowi di tingkat akar rumput. Namun, berdasarkan hasil survei internal partai maupun eksternal, persentase dukungan bagi Jokowi justru semakin meningkat.

Hal itu disebabkan sosok cawapres pendamping Jokowi, yakni Ma'ruf Amin, merupakan sosok religius, sesuai dengan aspirasi sebagian besar kader PPP.

"(Peningkatan dukungan) ini seiring dengan fakta bahwa cawapresnya adalah seorang figur santri bahkan ulama atau sosok agamis yang menjadi kriteria PPP berdasarkan aspirasi akar rumput," tutur Arsul.

Sebelumnya, Fadli Zon menuturkan bahwa kader parpol pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin juga tidak solid dalam memberikan dukungan.

Baca juga: Pendukungnya Belum Solid Dukung Jokowi-Maruf, PPP Beberkan 3 Penyebab

Hal itu ia ungkapkan dalam merespons wacana Partai Demokrat yang akan memberikan dispensasi bagi kadernya yang mendukung Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Menurut Fadli, perbedaan pendapat terkait dukungan terhadap salah satu pasangan dalam partai politik merupakan hal yang biasa.

Bahkan, ia menyebut kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di daerah ada yang tidak mendukung Presiden Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

"Coba ditanya dengan partai-partai pendukung. misalnya di PPP ada juga yang kita temui di bawah-bawahnya tidak satu komando. biasa saja," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/9/2018).

"Begitu juga dengan partai lain yang berada di sana. Belum tentu juga semuanya kemudian seratus persen ke sana. Ada yang 70 persen, ada yang 60 persen, ada bahkan yang di bawah 50 persen," ucapnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X