Kompas.com - 07/09/2018, 18:15 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 19 orang telah melaporkan gratifikasi berupa tiket Asian Games 2018 kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Gratifikasi terdiri dari 21 tiket, baik untuk tiket pembukaan, penutupan, dan pertandingan.

"Dari 21 tiket yang dilaporkan, 18 di antaranya tiket tidak digunakan. Sedangkan, 2 tiket digunakan untuk hadir di opening ceremony," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Baca juga: KPK Ingatkan Ancaman Pidana bagi Pejabat yang Tak Laporkan Gratifikasi Tiket Asian Games

Adapun, tiket yang dilaporkan ke KPK harganya bermacam-macam. Mulai dari Rp 450.000, Rp 1 juta, Rp 3,5 juta, Rp 4 juta, Rp 5 juta hingga Rp 7,4 juta.

Menurut Febri, pelapor mulai dari direktur jenderal, direktur, kepala sub direktorat, kepala seksi dan account representative, atau pegawai perpajakan.

"Saat ini, sesuai prosedur yang berlaku di KPK, tim di Direktorat Gratifikasi sedang melakukan analisis untuk memutuskan, apakah akan menjadi milik negara atau kesimpulan lain," kata Febri.

Kompas TV Presiden Joko Widodo sudah punya calon ketua tim sukses yang membantunya meraup suara memenangkan pemilihan presiden 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.