Perhimpunan Pelajar Indonesia
PPI

Perhimpunan Pelajar Indonesia (www.ppidunia.org)

Keanekaragaman Hayati dan Eksistensi Kelapa Sawit di Indonesia

Kompas.com - 28/07/2018, 07:08 WIB
Buruh memanen kelapa sawit di Desa Sukasirna, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (13/7/2018). Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) optimistis produksi kelapa sawit tahun ini akan mengalami peningkatan produksi sebesar dua persen atau sebanyak 40 juta ton dibandingkan dengan dengan tahun lalu yang hanya 38 juta ton. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISIBuruh memanen kelapa sawit di Desa Sukasirna, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (13/7/2018). Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) optimistis produksi kelapa sawit tahun ini akan mengalami peningkatan produksi sebesar dua persen atau sebanyak 40 juta ton dibandingkan dengan dengan tahun lalu yang hanya 38 juta ton.

INDONESIA menjadi negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tak terelakkan. Menurut data Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2015 -2020 yang dibuat oleh Bappenas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan LIPI, sebanyak 15,5 persen dari total jumlah flora di dunia ada di Indonesia.

Jumlah itu terdiri dari 1.500 spesies alga, 80.000 spesies tumbuhan berspora (jamur, lumut, kerak, paku-pakuan), 30.000 hingga 40.000-an spesies tumbuhan berbiji.

Untuk fauna, terdapat 8.157 spesies fauna vertebrata (mamalia, burung, herpetofauna, dan ikan), 1.900 spesies kupu-kupu yang merupakan 10 persen dari spesies dunia. Bahkan, Indonesia juga memiliki endemisitas spesies fauna yang sangat tinggi, seperti burung, mamalia, dan reptil yang tertinggi di dunia.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, sumber-sumber keanekaragaman hayati di Indonesia sendiri tersebar di beberapa tempat, seperti di hutan dan laut.

Keragaman berbagai flora dan fauna tersebut hidup berdampingan di alam yang terjaga kelestariannya. Sayangnya, tidak semua hewan dan tumbuhan bisa hidup berdampingan secara heterogen.

Beberapa jenis harus tumbuh sendiri. Salah satunya adalah efek budidaya kelapa sawit terhadap lingkungan. Beberapa pakar lingkungan mempunyai klaim masing-masing terhadap kelapa sawit.

Ada golongan akademisi mengatakan, kelapa sawit bukanlah penyebab deforestasi alias alih fungsi lahan. Adapun akademisi lain menyebut sistem penanaman sawit dengan monokultur (homogen) mengikis keragaman hayati dan kerentanan alam seperti kualitas lahan menurun, terjadinya erosi, serta merebaknya hama dan penyakit tanaman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terlepas dari analisis para akademisi, penjarahan hutan untuk kepentingan hutan homogen adalah logika yang mudah kita pahami. Forest Watch Indonesia mencatat kerusakan hutan di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat, saat ini telah mencapai 2 juta hektar per tahun.

Global Forest Watch 2017 Peta Indonesia dengan klasifikasi warna berdasarkan tahun deforestasi

Peta Indonesia dengan klasifikasi warna berdasarkan tahun deforestasi (sumber: Global Forest Watch 2017)

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Isu Reshuffle, Nasdem: Kita Ikut Saja

Soal Isu Reshuffle, Nasdem: Kita Ikut Saja

Nasional
UPDATE 6 Desember: Korban Jiwa Erupsi Gunung Semeru Kini 15 Orang, 27 Orang Hilang

UPDATE 6 Desember: Korban Jiwa Erupsi Gunung Semeru Kini 15 Orang, 27 Orang Hilang

Nasional
RI Presidensi G20, Jokowi Samakan dengan Perjuangan Bung Karno Dukung Negara Merdeka

RI Presidensi G20, Jokowi Samakan dengan Perjuangan Bung Karno Dukung Negara Merdeka

Nasional
PMI Kirim 2 Unit Hagglund ke Lokasi Erupsi Semeru

PMI Kirim 2 Unit Hagglund ke Lokasi Erupsi Semeru

Nasional
Propam Polri Awasi Penanganan Kasus Bripda Randy Bagus

Propam Polri Awasi Penanganan Kasus Bripda Randy Bagus

Nasional
Menteri PPPA Tekankan Pentingnya Peran Perempuan Cegah Anak dari Ancaman Kejahatan Digital

Menteri PPPA Tekankan Pentingnya Peran Perempuan Cegah Anak dari Ancaman Kejahatan Digital

Nasional
52 Eks Pegawai KPK Hadir untuk Ikuti Sosialisasi Jadi ASN Polri

52 Eks Pegawai KPK Hadir untuk Ikuti Sosialisasi Jadi ASN Polri

Nasional
Azis Syamsuddin Didakwa Suap Eks Penyidik KPK Rp 3,6 Miliar

Azis Syamsuddin Didakwa Suap Eks Penyidik KPK Rp 3,6 Miliar

Nasional
Presiden Jokowi: Kita Harus Berwatak 'Trendsetter', Bukan 'Follower'

Presiden Jokowi: Kita Harus Berwatak "Trendsetter", Bukan "Follower"

Nasional
Jokowi: Globalisasi Lahirkan Hiperkompetisi, Kita Harus Memenangkannya

Jokowi: Globalisasi Lahirkan Hiperkompetisi, Kita Harus Memenangkannya

Nasional
Jokowi: Sekarang Kita Memimpin Negara-negara Terkaya...

Jokowi: Sekarang Kita Memimpin Negara-negara Terkaya...

Nasional
Beri Penghargaan Gratifikasi ke Individu, KPK: Kalau ke Lembaga Malah Kena OTT

Beri Penghargaan Gratifikasi ke Individu, KPK: Kalau ke Lembaga Malah Kena OTT

Nasional
Ketua DPR Minta Kebutuhan Warga Terdampak Erupsi Semeru Harus Jadi Prioritas

Ketua DPR Minta Kebutuhan Warga Terdampak Erupsi Semeru Harus Jadi Prioritas

Nasional
Jokowi: Kita Jadi Satu dari 5 Negara yang Berhasil Kendalikan Covid-19 di Level 1

Jokowi: Kita Jadi Satu dari 5 Negara yang Berhasil Kendalikan Covid-19 di Level 1

Nasional
Jokowi: Saat Lockdown di mana-mana, Kita Hati-hati Kendalikan Pandemi dan Ekonomi

Jokowi: Saat Lockdown di mana-mana, Kita Hati-hati Kendalikan Pandemi dan Ekonomi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.