Hubungan SBY dan Megawati Buruk, Elite Dinilai Tak Dewasa Berpolitik

Kompas.com - 26/07/2018, 08:17 WIB
Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono sempat bersalaman dan saling menyapa saat keduanya hadir di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8/2017). Kedua tokoh tersebut hadir di istana untuk mengikuti upacara peringatan hari ulang tahun Republik Indonesia ke-72. Anung Anindito (Dokumentasi Susilo Bambang Yudhoyono)Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono sempat bersalaman dan saling menyapa saat keduanya hadir di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8/2017). Kedua tokoh tersebut hadir di istana untuk mengikuti upacara peringatan hari ulang tahun Republik Indonesia ke-72.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli mengatakan, elite politik di Tanah Air seharusnya memberikan keteladan pada anak-anak bangsa.

Karena itu, Lili pun menyesali buruknya hubungan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang terbuka ke hadapan publik.

“Ya saya kira, mestinya mereka berpolitik secara dewasa," ujar Lili saat dihubungi, Kamis (26/7/2018).

"Contoh teladan yang baik adalah pada Mohammad Hatta, meski berseberangan dengan Soekarno tapi mereka tetap berhubungan dan bersahabat dengan baik dan santun," kata dia.

Baca juga: Kata SBY, Tuhan Belum Menakdirkan Hubungannya dengan Megawati Kembali Normal

Menurut Lili, buruknya hubungan elite politik dikhawatirkan berdampak langsung ke masyarakat. Permusuhan itu juga dinilai tidak baik bagi pembelajaran politik dan perjalanan bangsa ini.

"Kalau sikap elite politik seperti itu, tidak elok dilihat oleh rakyat," tutur Lili.

Sebelumnya, SBY mengakui bahwa hubungan antara dirinya dengan Megawati Soekarnoputri belum sepenuhnya membaik.

"Kalau hubungan saya dengan ibu Megawati, saya harus jujur belum pulih, masih ada jarak," ujar SBY saat jumpa pers di kediamannya di Kuningan, Jakarta, Rabu (25/7/2018) malam.

Konflik antara Megawati dengan SBY berawal dari niat SBY maju Pilpres 2004. Saat itu, Megawati menjabat sebagai presiden dan SBY menjabat Menko Polhukam.

Singkat cerita, SBY kemudian mundur sebagai menteri lalu mendeklarasikan Partai Demokrat. SBY kemudian maju sebagai capres bersama Jusuf Kalla, kemudian memenangi Pilpres 2004.

Saat itu, pasangan SBY-JK mengalahkan Megawati sebagai petahana yang berpasangan dengan tokoh Nahdlatul Ulama, Hasyim Muzadi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X