Partisipasi Pemilih Pilkada Serentak 2018 Capai 73,24 Persen

Kompas.com - 29/06/2018, 21:11 WIB
Komisioner KPU Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Wahyu Setiawan memperkenalkan hastag PEMILIH BERDAULAT NEGARA KUAT di Kantor KPU Pusat, Jakarta, Jumat (27/10/2017). Hastag tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari kampanye Gerakan Sadar Pemilu menyongsong Pilkada 2018 dan Pemilu Serentak 2019.KOMPAS/WAHYU SETIAWAN Komisioner KPU Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Wahyu Setiawan memperkenalkan hastag PEMILIH BERDAULAT NEGARA KUAT di Kantor KPU Pusat, Jakarta, Jumat (27/10/2017). Hastag tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari kampanye Gerakan Sadar Pemilu menyongsong Pilkada 2018 dan Pemilu Serentak 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum mencatat partisipasi pemilih cukup tinggi dalam pemilihan kepala daerah atau Pilkada Serentak 2018 yang digelar di 171 daerah.

Dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebesar 152.079.997, sebanyak 73 persen berpartisipasi menggunakan hak pilihnya dalam pilkada.

"Total nasional tingkat partisipasi pemilih sebanyak 73.24 persen," kata komisioner KPU Wahyu Setiawan dalam jumpa pers di kantor KPU, Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Wahyu mengatakan, tingkat partisipasi perempuan lebih tinggi, yakni di angka 76,7 persen. Sementara tingkat partisipasi pemilih laki-laki hanya 69,32 persen.

Baca juga: Wapres Ajak Semua Pihak Tunggu Pemenang Pilkada 2018 Versi KPU

Wahyu mengakui angka partisipasi pemilih ini masih lebih kecil dibandingkan Pilkada 2017 lalu. Saat itu, warga yang berpartisipasi menggunakan hak pilihnya mencapai 74 persen dari jumlah DPT.

Namun, Wahyu optimistis tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Serentak 2018 masih bisa bertambah karena masih ada 14 daerah yang pemungutan suaranya ditunda.

Ada juga 69 TPS yang harus menggelar pemungutan suara ulang.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:


Close Ads X