SBY: Bisa Ada Reformasi Lagi di Masa Depan

Kompas.com - 21/05/2018, 05:21 WIB
Ketua umum parta Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sambutan dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat tahun 2018 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/03/2018) .Partai Demokrat menggelar Rapimnas selama dua hari 10-11 Maret 2018 untuk membahas strategi Pemilu 2018 serta Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019.

KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIKetua umum parta Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sambutan dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat tahun 2018 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/03/2018) .Partai Demokrat menggelar Rapimnas selama dua hari 10-11 Maret 2018 untuk membahas strategi Pemilu 2018 serta Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019.
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono turut berkomentar mengenai peringatan 20 tahun reformasi yang jatuh pada Senin (21/5/2018) hari ini.

Lewat akun Twitter @SBYudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat tersebut menyebut, bisa saja terjadi reformasi lagi di masa depan.

SBY memulai kicauannya dengan menyebut bahwa 2018 adalah tahun yang memiliki makna sejarah tinggi. Selain merupakan peringatan 20 tahun reformasi, tahun ini Indonesia juga memperingati genapnya 110 tahun Kebangkitan Nasional dan 90 tahun Sumpah Pemuda.

"Semangat Kebangkitan Nasional 1908, 110 th lalu - Menjadi bangsa yang merdeka & berdaulat. Bebas dari belenggu para penjajah. *SBY*," demikian kicauan SBY, Minggu (20/5/2018).

Baca juga: 20 Tahun Tragedi Trisakti, Apa yang Terjadi pada 12 Mei 1998 Itu?

Setelah 110 tahun dari momen kebangkitan nasional, SBY menilai generasi sekarang dan mendatang bertugas untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju pada abad ke-21.

Sementara itu, semangat Sumpah Pemuda 1928 adalah bersatunya pemuda-pemudi Indonesia di seluruh Tanah Air yang amat majemuk identitasnya. Oleh karena itu, SBY berpesan jangan sampai generasi sekarang kurang rukun dan kurang bersatu.

"Berdosa kita kepada para pendahulu. Malu pula kepada generasi mendatang," kata dia.

 

Adapun semangat dan agenda reformasi 1998, 20 tahun lalu, menurut SBY, adalah koreksi besar dan mendasar atas kehidupan bangsa yang kurang adil dan berimbang bagi rakyat.

Intinya, kata dia, kekuasaan tak boleh terlalu absolut agar kebebasan rakyat dan demokrasi hidup. Hukum harus tegak dan tak tebang pilih.

Baca juga: 20 Tahun Reformasi, Kisah Mahasiswa Kuasai Gedung DPR pada 18 Mei 1998

Ekonomi juga harus adil dan menyejahterakan seluruh rakyat. Sementara dalam politik praktis termasuk pemilu, negara termasuk TNI, Polri, dan BIN harus netral dan tak berpihak.

"Generasi sekarang & mendatang wajib jalankan & wujudkan amanah reformasi tsb. Kalau tidak, bisa ada reformasi lagi di masa depan. *SBY*," kicau SBY.

Menutup rangkaian twitnya, SBY berpesan agar jangan melupakan sejarah. Sebab, keledai tak tersandung batu yang sama.

"Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, bukan keledai dan ingat sejarahnya," tutur SBY.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X