"Perang terhadap Teroris Belum Berakhir, Negara Tak Boleh Lengah" - Kompas.com

"Perang terhadap Teroris Belum Berakhir, Negara Tak Boleh Lengah"

Kompas.com - 17/05/2018, 03:16 WIB
Petugas Densus 88 tengah berjaga di sekitar rumah terduga teroris di Kawasan Perumahan Kunciran Indah, Pinang, Tangerang, Banten, Rabu (16/05/2018). Sejumlah barang bukti dan tiga orang terduga teroris telah diamankan tim Densus 88 Antiteror Polri.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Petugas Densus 88 tengah berjaga di sekitar rumah terduga teroris di Kawasan Perumahan Kunciran Indah, Pinang, Tangerang, Banten, Rabu (16/05/2018). Sejumlah barang bukti dan tiga orang terduga teroris telah diamankan tim Densus 88 Antiteror Polri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo mengutuk berbagai aksi teror yang terus terjadi di Tanah Air. Terakhir, pada Rabu pagi, sekelompok orang menyerang Markas Polda Riau.

"Tampaknya perang terhadap teroris belum berakhir. Negara tidak boleh lengah melindungi masyarakat beserta seluruh tumpah darah, tanah air Indonesia," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/5/2018).

"Jangan berikan toleransi sedikit pun kepada gerakan radikisasi dan terorisme yang mengancam NKRI," kata dia.

Bambang mengapresiasi kewaspadaan dan kesigapan aparat sehingga para terduga teroris langsung dilumpuhkan. Namun, ia juga menyampaikan duka cita atas seorang polisi yang gugur dan korban lainnya yang terluka.

Baca juga: Lawan Terorisme, Mendagri Minta Pemda Koordinasi dengan Seluruh Komponen Masyarakat

Politisi Partai Golkar ini juga meminta masyarakat tetap tenang dan tetap waspada terhadap lingkungan sekitarnya.

"Laporkan segera jika ada sesuatu yang mencurigakan ke pihak kemananan," kata dia.

Mantan anggota Komisi III DPR Ini pun memastikan revisi Undang-Undang Antiterorisme akan segera rampung. Dengan payung hukum yang baru, diharapkan aparat kepolisian bisa lebih leluasa dalam mencegah dan menindak kelompok teroris.

"DPR bersama pemerintah telah berkomitmen untuk segera menyelesaikan revisi RUU Antiterorisme pada Mei ini," kata dia.

Kompas TV Rangkaian teror bom yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia membuat desakan penyelesaian Undang-Undang Antiterorisme semakin menguat.


Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X