Bupati Bengkulu Selatan Beserta Istri dan Dua Tersangka Ditahan KPK - Kompas.com

Bupati Bengkulu Selatan Beserta Istri dan Dua Tersangka Ditahan KPK

Kompas.com - 17/05/2018, 00:15 WIB
Petugas kepolisian menggiring Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud (tengah) yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) saat tiba di Polda Bengkulu, Bengkulu, Selasa (15/5). KPK melakukan OTT terhadap Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud di kediamannya di Jalan Gerak Alam, Manna, Bengkulu Selatan, pada pukul 19.20 Wib. Turut terjaring OTT, istri dari Dirwan Mahmud, Heni Dirwan, wiraswasta JU, dan WA dengan barang bukti uang sekitar Rp100 juta. ANTARA FOTO/David Muharmansyah/kye/18David Muharmansyah Petugas kepolisian menggiring Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud (tengah) yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) saat tiba di Polda Bengkulu, Bengkulu, Selasa (15/5). KPK melakukan OTT terhadap Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud di kediamannya di Jalan Gerak Alam, Manna, Bengkulu Selatan, pada pukul 19.20 Wib. Turut terjaring OTT, istri dari Dirwan Mahmud, Heni Dirwan, wiraswasta JU, dan WA dengan barang bukti uang sekitar Rp100 juta. ANTARA FOTO/David Muharmansyah/kye/18

JAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Rabu (16/5/2018).

Dirwan ditahan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK.

"Demi kepentingan penyidikan, yang bersangkutan ditahan selama 20 hari ke depan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu.

Selain Dirwan, penyidik KPK juga menahan tiga tersangka lainnya. Mereka adalah istri Dirwan, Hendrati.

Kemudian, Kepala Seksi pada Dinas Kesehatan Pemkab Bengkulu Selatan Nursilawati. Menurut KPK, Nursilawati merupakan keponakan Dirwan Mahmud.

Sementara, satu orang lainnya adalah Juhari, seorang kontraktor yang sudah biasa menjadi rekanan di Pemkab Bengkulu Selatan.

Baca juga: Kronologi OTT Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, Dirwan, istrinya dan Nursilawati diduga menerima suap dari Juhari. Menurut Basaria, ketiganya diduga menerima suap sebesar Rp 98 juta.

Uang tersebut diduga sebagai fee atas proyek di Pemkab Bengkulu Selatan yang akan dikerjakan oleh Juhari.

Dirwan dan Juhari ditahan di Rutan K-4 Gedung KPK. Sementara, Hendrati dan Nursilawati ditahan di Rutan KPK cabang Polres Jakarta Selatan.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X