Fadli Zon Anggap Pasukan Khusus TNI untuk Berantas Terorisme Tidak Perlu Dibentuk - Kompas.com

Fadli Zon Anggap Pasukan Khusus TNI untuk Berantas Terorisme Tidak Perlu Dibentuk

Kompas.com - 16/05/2018, 19:28 WIB
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/4/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai, Komando Operasi Khusus Gabungan ( Koopsusgab) untuk membantu Polri melaksanakan tugas pemberantasan terorisme tak perlu dibentuk.

Hal itu disampaikan Fadli menanggapi pernyataan Kepala Staf Kantor Presiden Moeldoko. Moeldoko menyatakan Presiden Joko Widodo telah merestui pembentukan pasukan tersebut.

"Kalau menurut saya tidak mendesak ya karena kita kan ada yang ahli-ahli artinya di Brimob ada ahlinya, di BNPT ada ahlinya, di Kopassus ada," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Baca juga: Jokowi Setujui Pengaktifan Koopsusgab TNI, Ini Tugas-tugasnya...

Fadli menambahkan, saat ini juga sudah ada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang terdiri dari Polri dan TNI.

Ia mengatakan jiia dibentuk institusi baru, maka dikhawatirkan tumpang tindih dengan institusi yang sudah ada dalam pemberantasan terorisme.

Ia pun menyarankan agar institusi pemberantas terorisme yang ada diperkuat kewenangannya.

"Jadi saya kira itu aja dipertahankan, tidak perlu dipertahankan tidak perlu membentuk badan-badan baru yang tidak perlu nanti malah menimbulkan overlap," lanjut dia.

Baca juga: Moeldoko Segera Temui Panglima TNI Bahas Pembentukan Satuan Penanggulangan Teror

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memastikan, Presiden Joko Widodo menyetujui pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) untuk membantu Polri melaksanakan tugas pemberantasan terorisme.

Diketahui Koopsusgab merupakan gabungan personel TNI dari seluruh satuan elite yang ada di TNI, baik matra darat, laut, maupun udara.

"Untuk Komando Operasi Khusus Gabungan TNI, sudah direstui oleh Pak Presiden dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto)," ujar Moeldoko saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Kompas TV Polisi melakukan penggerebekan terhadap penghuni rumah kontrakan di Tangerang.


Komentar

Close Ads X