Fadli Zon Nilai Brilian Ide Bentangkan Kaus #2019GantiPresiden Saat Debat Pilkada - Kompas.com

Fadli Zon Nilai Brilian Ide Bentangkan Kaus #2019GantiPresiden Saat Debat Pilkada

Kompas.com - 16/05/2018, 00:21 WIB
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3 Sudrajat dan Ahmad Syaikhu membawa kaus bertuliskan 2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden. Aksi ini membuat situasi debat publik kedua Pilgub Jabar di Balairung Universitas Indonesia Depok, semakin panas, Senin (14/5/2018).Dok YouTube Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3 Sudrajat dan Ahmad Syaikhu membawa kaus bertuliskan 2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden. Aksi ini membuat situasi debat publik kedua Pilgub Jabar di Balairung Universitas Indonesia Depok, semakin panas, Senin (14/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang membentangkan kaus #2019GantiPresiden telah melakukan hal yang brilian.

Ia mengatakan, tak ada yang dilanggar oleh Sudrajat-Syaikhu saat membentangkan kaus #2019GantiPresiden saat akhir debat Pilkada Jawa Barat.

"Ya enggak ada masalah. Itu menurut saya bagus sekali apa yang dilakukan Sudrajat-Syaikhu," ucap Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

"Kalau mau ganti presiden pada 2019, ya pilihlah Sudrajat-Syaikhu pada 2018. Apa salahnya? Itu sangat demokratis dan sangat etis. Itu menurut saya brilian idenya," kata Fadli.

Dia justru menilai orang yang mempermasalahkan hal itu tidak memahami demokrasi.

Baca juga: Bawaslu Pertanyakan Sudrajat-Syaikhu Bawa Kaos "2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden"

Fadli juga mengatakan, boleh saja jika ada calon gubernur yang meminta masyarakat memilih mereka jika ingin Presiden Joko Widodo menjabat hingga dua periode.

"Orang yang ricuh saja yang enggak mengerti, ya kan? Kalau misalnya kandidat lain mengatakan, 'Pilih ini, nanti Jokowi jadi presiden lagi', memang enggak boleh? Boleh saja. Apa yang salah dari itu. Ini harus pada belajar lagi demokrasilah," ucap Fadli.

Fadli membantah bahwa yang dilakukan Sudrajat-Syaikhu sebagai bentuk kampanye.

Ia mengatakan, tindakan tersebut tak bisa disebut kampanye lantaran saat ini belum ada calon presiden dan wakil presiden.

"Kampanye dini apa? Kan belum ada calon. Belum ada calon. Kampanye itu terjadi kalau sudah ada calon. Baru kita katakan kampanye dini. Wong ini belum ada calon kok," ujar dia.

Baca juga: Sandiaga Kaget Sudrajat-Syaikhu Bawa Kaus "2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden"

Sebelumnya, aksi Sudrajat dan Ahmad Syaikhu membawa kaus bertuliskan "2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden" membuat Debat Pilkada Jabar 2018 di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Senin (14/5/2018), berakhir panas.

Pendukung empat pasangan calon bersorak "huuu" ketika Sudradjat mengucapkan jika Asyik menang, Indonesia akan ganti presiden pada 2019.

"Pilihlah nomor 3, Asyik. Kalau Asyik menang, insya Allah 2019 kita akan mengganti presiden," ujar Sudrajat dengan mengacungkan tiga jari lalu diikuti sorakan para penonton debat.

Saat mengucapkan hal ini, Syaikhu yang ada di sebelah Sudrajat membuka kaus yang juga bertuliskan pernyataan senada "2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden".


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Close Ads X