Kompas.com - 09/04/2018, 07:21 WIB
Prajurit TNI AU beraksi dengan membawa spanduk pada upacara peringatan HUT Ke-72 TNI di Pekanbaru, Riau, Kamis (5/10/2017). Peringatan HUT Ke-72 TNI dipusatkan di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, namun perayaan juga digelar oleh satuan-satuan TNI yang ada di daerah melalui sejumlah kegiatan. ANTARA FOTO/RONY MUHARMANPrajurit TNI AU beraksi dengan membawa spanduk pada upacara peringatan HUT Ke-72 TNI di Pekanbaru, Riau, Kamis (5/10/2017). Peringatan HUT Ke-72 TNI dipusatkan di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, namun perayaan juga digelar oleh satuan-satuan TNI yang ada di daerah melalui sejumlah kegiatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - "Andai saja waktu itu tidak ada PHB AURI, maka eksistensi perjuangan Pemerintah Republik Indonesia mungkin tidak akan pernah diketahui dunia internasional," kata pimpinan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) Syafruddin Perwiranegara.

Bukan tanpa alasan Syafruddin mengatakan kalimat tersebut. Ia paham dan sadar betul peran besar Radio Perhubungan (PHB) Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dalam mempertahankan kemerdekaan RI.

Siapa yang sangka, proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 bukanlah akhir dari perjuangan bangsa Indonesia. Sejarah mencatat, bangsa ini tak henti berjuang meski sudah menyatakan kemerdekaan sekali pun.

(Baca juga: Bapak AURI yang Merekam Sejarah Indonesia Lewat Koleksi Prangko)

Pada 29 September 1945, kedatangan sekutu yang bertujuan melucuti tentara Jepang alih-alih membawa angin segar, justru membawa prahara baru.

Membonceng Netherland Indies Civil Administration (NICA), sekutu justru membukakan pintu masuk tentara Belanda untuk kembali berkuasa di Indonesia. Babak baru pun dimulai.

Belanda merasa masih punya hak atas wilayah Indonesia, namun Indonesia dengan tegas menyatakan sebagai negara berdaulat. Perseteruan itu pun berlanjut dari meja perundingan hingga aksi agresi militer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Tulang Punggung

Di tengah upaya mempertahankan kemerdekaan RI, disanalah PHB AURI mengambil peran sentral pada Agresi Militer Belanda I dan Agresi Militer Belanda II.

Sejak 21 Juli 1947, Belanda membombardir wilayah Indonesia melalui darat, laut dan udara. Salah satu sasarannya yakni pangkalan udara AURI. Akibatnya, stasiun radio yang dibangun oleh anggota PHB AURI harus ditinggalkan dalam kondisi puing-puing.

Sejak saat itulah, anggota PHB AURI mengadakan gerilya agar tidak mudah dideteksi tentara Belanda. Caranya, dengan membumihanguskan stasiun radio di berbagai pangkalan udara AURI.

(Baca juga: Soeriadi Suryadarma dan AURI di Awal Indonesia Merdeka)

Sementara itu, beberapa alat-alat radio PHB AURI yang Jawa dibawa ke beberapa daerah misalnya ke Tumpang/Kepanjen Malang, Cepu, dan ke induk stasiun PHB AURI di Yogyakarta.

Sementara di Sumatera, bebarapa alat radio yang bisa diselamatkan dari serangan tentara Belanda di bawa ke Pagar Alam Sumatera Selatan. Adapun di Aceh, Stasiun radio didirikan di Kotaraja.

Berdasarkan data yang termuat di buku Radio Perhubungan Auri: Jaringan Komunikasi Mempertahankan Kemerdekaan RI, terdapat 18 stasiun radio PHB AURI pada Oktober 1947.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Penegakan Prokes dan Vaksinasi, Jokowi Turut Sampaikan Terima Kasih pada Pemuka Agama

Soal Penegakan Prokes dan Vaksinasi, Jokowi Turut Sampaikan Terima Kasih pada Pemuka Agama

Nasional
Tersangka Kasus Korupsi Asabri Meninggal, Kejari Jaktim Bakal Hentikan Tuntutan

Tersangka Kasus Korupsi Asabri Meninggal, Kejari Jaktim Bakal Hentikan Tuntutan

Nasional
Jokowi: Mari Bergandengan Tangan, Rapatkan Barisan, Bersama-sama Hadapi Pandemi Covid-19

Jokowi: Mari Bergandengan Tangan, Rapatkan Barisan, Bersama-sama Hadapi Pandemi Covid-19

Nasional
Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia, Wapres Ajak Masyarakat Syukuri Kemerdekaan

Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia, Wapres Ajak Masyarakat Syukuri Kemerdekaan

Nasional
Menag: Semoga Pandemi Lekas Berakhir dan Kita Dapat Hidup Normal Kembali

Menag: Semoga Pandemi Lekas Berakhir dan Kita Dapat Hidup Normal Kembali

Nasional
Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat

Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat

Nasional
Peringatan HUT ke-76 RI, Pemerintah Imbau Pasang Bendera Merah Putih 1-31 Agustus

Peringatan HUT ke-76 RI, Pemerintah Imbau Pasang Bendera Merah Putih 1-31 Agustus

Nasional
UPDATE 1 Agustus: 20.673.079 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 1 Agustus: 20.673.079 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 1 Agustus: 30.738 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 34 Provinsi, Jawa Tengah Terbanyak

UPDATE 1 Agustus: 30.738 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 34 Provinsi, Jawa Tengah Terbanyak

Nasional
Politikus PAN: Tidak Boleh Lagi Ada Alasan Vaksin Covid-19 Kosong

Politikus PAN: Tidak Boleh Lagi Ada Alasan Vaksin Covid-19 Kosong

Nasional
UPDATE 1 Agustus: Ada 535.135 Kasus Aktif Covid-19 Di Indonesia

UPDATE 1 Agustus: Ada 535.135 Kasus Aktif Covid-19 Di Indonesia

Nasional
UPDATE 1 Agustus: Jawa Tengah Catatkan Penambahan Tertinggi Kasus Pasien Covid-19 Meninggal Dunia

UPDATE 1 Agustus: Jawa Tengah Catatkan Penambahan Tertinggi Kasus Pasien Covid-19 Meninggal Dunia

Nasional
Syarat Vaksinasi Covid-19 untuk Pelonggaran Aktivitas Diprediksi Tingkatkan Minat Masyarakat untuk Divaksinasi

Syarat Vaksinasi Covid-19 untuk Pelonggaran Aktivitas Diprediksi Tingkatkan Minat Masyarakat untuk Divaksinasi

Nasional
UPDATE: Tambah 178.375 Spesimen Diperiksa Dalam 24 Jam Terakhir

UPDATE: Tambah 178.375 Spesimen Diperiksa Dalam 24 Jam Terakhir

Nasional
Kemenkes Sebut Varian Delta Menyebar Hampir Merata di Seluruh Indonesia

Kemenkes Sebut Varian Delta Menyebar Hampir Merata di Seluruh Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X