Golkar: Parpol Koalisi Jokowi Bertambah, Perebutan Cawapres Tak Sengit

Kompas.com - 08/04/2018, 18:24 WIB
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto ketika ditemui  Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (27/3/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIRKetua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto ketika ditemui Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (27/3/2018).
Penulis Moh Nadlir
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tak sependapat soal adanya anggapan bertambahnya partai politik pendukung pemerintah akan membuat perebutan calon wakil presiden Joko Widodo semakin sengit.

Menurut dia, bergabungnya partai politik tersebut akan semakin menguatkan poros koalisi pendukung Jokowi pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

"Ya tentu semakin banyak semakin baik," ujar Airlangga di Kantor PDI-Perjuangan Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (8/4/2018).

Kata Airlangga, dua partai politik yang dikabarkan akan segera bergabung tersebut juga akan semakin menambah kekuatan parlemen, jika Jokowi kembali terpilih menjadi Presiden pada Pilpres mendatang.

Baca juga : PDI-P Sebut Kemesraannya Tak Hanya dengan Golkar

Golkar sendiri kata Airlangga, tak mau ambil pusing dan menyerahkan urusan mencari pendamping kepada Jokowi.

"Nah kalau itu tanya sama Pak Presiden. Tentunya yang diinginkan (Golkar), Pak jokowi dua kali ya," kata Airlangga.

Airlangga menambahkan peran koalisi partai politik akan menjadi bagian penting pemenangan Jokowi. Karenanya, kesolidan dan kebersamaan partai koalisi pendukung Jokowi menjadi penting.

"Ke depan makin banyak lagi kegiatan-kegiatan bersama termasuk di dalamnya persiapan strategi pemenangan Pak Presiden" kata Airlangga.

Baca juga : Canda Luhut di Markas Banteng: Dua Tokoh Senior Golkar Invasi PDI-P

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan ada dua partai di parlemen yang bergabung dengan koalisi partai pendukung Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019.

"Dari sumber yang sangat terpercaya, akan ada dua partai politik yang bergabung ke koalisi Jokowi pada bulan ini," ujar Romy kepada wartawan, Jumat (6/4/2018).

Menurut Romy, kedua partai tersebut telah menjalin komunikasi serius dengan Presiden Jokowi belum lama ini. Namun, satu partai masih memberikan satu syarat agar Jokowi mengambil kadernya sebagai cawapres.

Ia pun mengungkapkan, tak lama lagi akan ada deklarasi dukungan dari dua partai tersebut.

Baca juga : Airlangga: Kalau PDI-P dan Golkar Bersama, Seng Ada Lawan

Saat ini ada lima partai politik di parlemen yang telah menyatakan dukungan ke Presiden Jokowi, yakni PDI-P, Partai Golkar, Partai Nasdem, PPP, dan Partai Hanura.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Ingin Bubarkan Lembaga, Refly Harun Sarankan Mulai dari Internal Istana

Jokowi Ingin Bubarkan Lembaga, Refly Harun Sarankan Mulai dari Internal Istana

Nasional
Resah Maraknya Pembatasan Diskusi, Mahasiswa Gugat UU Perguruan Tinggi ke MK

Resah Maraknya Pembatasan Diskusi, Mahasiswa Gugat UU Perguruan Tinggi ke MK

Nasional
Ketua MPR Minta Wacana Aktifkan Tim Pemburu Koruptor Berkaca pada Kegagalan Masa Lalu

Ketua MPR Minta Wacana Aktifkan Tim Pemburu Koruptor Berkaca pada Kegagalan Masa Lalu

Nasional
Kemendagri Minta Daerah yang Gelar Pilkada 2020 Tingkatkan Pencairan Dana NPHD

Kemendagri Minta Daerah yang Gelar Pilkada 2020 Tingkatkan Pencairan Dana NPHD

Nasional
BP2MI Gerebek Penampungan Pekerja Migran Ilegal, Selamatkan Pasutri

BP2MI Gerebek Penampungan Pekerja Migran Ilegal, Selamatkan Pasutri

Nasional
Komnas Lansia, Dibentuk Megawati, tetapi Mau Dibubarkan Jokowi...

Komnas Lansia, Dibentuk Megawati, tetapi Mau Dibubarkan Jokowi...

Nasional
Ada Pandemi Covid-19, Pembubaran 18 Lembaga Negara oleh Jokowi Dinilai Mendesak

Ada Pandemi Covid-19, Pembubaran 18 Lembaga Negara oleh Jokowi Dinilai Mendesak

Nasional
7 Pegawai Positif Covid-19, KPK Gelar 'Swab Test' dalam 2 Tahap

7 Pegawai Positif Covid-19, KPK Gelar "Swab Test" dalam 2 Tahap

Nasional
Maria Pauline Minta Pendampingan Hukum, Ini Kata Kedubes Belanda

Maria Pauline Minta Pendampingan Hukum, Ini Kata Kedubes Belanda

Nasional
Novel Baswedan: Sulit Berharap Saat Persidangan Jauh dari Fakta dan Banyak Kejanggalan

Novel Baswedan: Sulit Berharap Saat Persidangan Jauh dari Fakta dan Banyak Kejanggalan

Nasional
BPPT: 1 Juta Alat Rapid Test Buatan Dalam Negeri Siap Diproduksi

BPPT: 1 Juta Alat Rapid Test Buatan Dalam Negeri Siap Diproduksi

Nasional
Anggota DPR: Jangan Ada Pengecualian Sanksi bagi Pejabat yang Langgar Protokol Kesehatan

Anggota DPR: Jangan Ada Pengecualian Sanksi bagi Pejabat yang Langgar Protokol Kesehatan

Nasional
Pandemi Covid-19, Gugus Tugas Sebut Kondisi Jawa Barat Semakin Membaik

Pandemi Covid-19, Gugus Tugas Sebut Kondisi Jawa Barat Semakin Membaik

Nasional
Kabareskrim: Bareskrim Sedang Berbenah, Anggota Tak Bisa Ikuti Silakan Mundur

Kabareskrim: Bareskrim Sedang Berbenah, Anggota Tak Bisa Ikuti Silakan Mundur

Nasional
Laman Pengecekan Pemilih Pilkada Diretas, KPU Pastikan Data Aman

Laman Pengecekan Pemilih Pilkada Diretas, KPU Pastikan Data Aman

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X