Jokowi: Dulu Urus Sertifikat Lama, Sana Diminta, Sini Diminta...

Kompas.com - 07/04/2018, 17:25 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat pembagian sertifikat tanah kepada warga di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/3). Presiden Joko Widodo membagikan sertifikat lahan kepada 15.000 orang , jumlah tersebut adalah yang paling banyak dibandingkan dengan jumlah sertifikat yang pernah dibagikan Jokowi selama menjabat Presiden RI. ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYAPresiden Joko Widodo memberikan sambutan saat pembagian sertifikat tanah kepada warga di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/3). Presiden Joko Widodo membagikan sertifikat lahan kepada 15.000 orang , jumlah tersebut adalah yang paling banyak dibandingkan dengan jumlah sertifikat yang pernah dibagikan Jokowi selama menjabat Presiden RI.
Penulis Ihsanuddin
|

SUKABUMI, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menghadiri acara pembagian sertifikat tanah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (7/4/2018).

Ada 3063 sertifikat yang dibagikan kepada warga dari berbagai daerah di Jawa Barat.

"Bapak ibu setelah nerima (sertifikat) ini senang enggak?" kata Jokowi kepada ribuan warga yang hadir.

"Senang," jawab warga kompak.


(Baca juga : Presiden: Sertifikat Sudah Diserahkan Semua, Tidak Ada Pengibulan)

Jokowi lalu menanyakan kenapa warga tidak mengurus sertifikat tanahnya sejak lama. Kepala Negara lalu menjawab sendiri pertanyaan yang ia sampaikan itu.

"Yang dulu-dulu (urus) sertifikat lama, sana diminta (uang), sini diminta, tahu saya, sudah tahu," kata Jokowi disambut teriakan tanda setuju dari warga.

Jokowi mengatakan, sebelum pemerintahannya, sertifikat yang diterbitkan oleh negara tiap tahun hanya mencapai 500.000. Jumlah itu meningkat signifikan di era pemerintahannya.

(Baca juga : PAN: Kritik Amien Rais soal Sertifikat Tanah Bergeser Jadi Isu Politis)

"Sekarang 590.000 sertifikat hanya di Jawa barat saja. Tahun ini kita targetkan jumlahnya meningkat jadi 1.200.000," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Menurut Jokowi, pemerintahannya bisa menerbitkan banyak sertifikat dalam waktu yang singkat karena bekerja berdasarkan target.

Bahkan, jika target yang sudah ditetapkan tidak tercapai, Jokowi mengancam akan mencopot Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil.

"Kalau tidak terpenuhi, Pak Menteri saya ganti. Saya copot," kata Jokowi kembali disambut tepuk tangan warga.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X