Kompas.com - 02/04/2018, 19:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan mengenai transfer dalam bentuk dollar kepada Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra.

Transfer tersebut diduga diberikan oleh Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara, Hasmun Hamzah.

Pendalaman tersebut dilakukan KPK dalam pemeriksaan terhadap admin pembukuan Porto Valas Eka Sari Kartini dan pemilik Porto Valas Matthew Theodore.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (13/2/2018).Kompas.com/Robertus Belarminus Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (13/2/2018).
"Materi pemeriksaan, penyidik mendalami kebenaran terkait dugaan pemberian dari tersangka HAS kepada tersangka ADP yang ditransfer ke dalam bentuk dollar," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, lewat pesan singkat, Senin (2/4/2018).

Baca juga : Kasus Suap Wali Kota Kendari, KPK Dalami Permintaan Dana Kampanye ke Pengusaha

Mengenai transfer ini, KPK belum dapat merinci materi pemeriksaannya.

"Masih diklarifikasi oleh tim tentang dugaan-dugaan penerimaan oleh tersangka," ujar Febri.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat orang tersangka.

Selain Wali Kota Kendari Adriatma, tersangka lain yakni calon Gubernur Sultra Asrun, Mantan Kepala BPKAD Kota Kendari Fatmawati Faqih, dan Direktur PT Sarana Bangun Nusantara (SBN) Hasmun Hamzah.

Baca juga : KPK Temukan Uang Rp 2,8 Miliar terkait Suap Wali Kota Kendari

Total uang suap yang diduga diberikan untuk Adriatma senilai Rp 2,8 miliar.

KPK menyatakan suap untuk Adriatma diduga untuk biaya politik ayahnya, Asrun, yang mencalon diri sebagai calon Gubernur Sultra di Pilgub Sultra 2018.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.