Ini Jawaban JK saat Ditanya Peluang Anies Maju Jadi Cawapres

Kompas.com - 25/03/2018, 09:37 WIB
Gubernur DKI Jakarta Bersama Wakil Presiden RI ikuti jalan santai Kerukunan Keluarga Sulaweai Selatan, Minggu (25/3/2018) KOMPAS.com/Stanly RavelGubernur DKI Jakarta Bersama Wakil Presiden RI ikuti jalan santai Kerukunan Keluarga Sulaweai Selatan, Minggu (25/3/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com — Bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengikuti jalan santai Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dari Monas hingga Bundaran HI, Minggu (25/3/2018).

Setibanya di Bundaran HI, JK pun langsung ditanya wartawan soal peluang Anies menjadi calon wakil presiden ( cawapres) di pemilu mendatang. Menjawab pertanyaan tersebut, JK hanya mengatakan agar Anies fokus ke jabatannya dulu saat ini.

"Oh... semua bisa, tapi sekarang konsentrasi dulu jadi gubernur DKI," ucap JK kepada media di kawasan Bundaran HI, Minggu (25/3/2018).

Saat ditanya apakah nantinya dia akan merekomendasikan Anies menjadi cawapres, JK mengatakan tidak. Menurut dia, hal itu merupakan wewenang partai.

"Yang merekomendasikan itu partai. Yang ajukan partai-partai. Nggak, nggak (akan merekomendasikan)," ucapnya.

Saat ditanya apakah nantinya akan kembali mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres mendatang, JK hanya mengatakan saat ini belum waktunya untuk membicarakan hal tersebut.

"Itu belum waktunya kita bicarakan. Masih cukup panjang," ucapnya, yang langsung masuk ke mobil diantar Anies.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Era 'New Normal', Pemerintah Diminta Libatkan Ahli Epidemiologi Ketimbang TNI-Polri

Era "New Normal", Pemerintah Diminta Libatkan Ahli Epidemiologi Ketimbang TNI-Polri

Nasional
UPDATE 28 Mei: RSD Wisma Atlet Tangani 763 Pasien Positif Covid-19

UPDATE 28 Mei: RSD Wisma Atlet Tangani 763 Pasien Positif Covid-19

Nasional
Zulkifli Minta Kader PAN Perjuangkan Ambang Batas Parlemen Tetap 4 Persen

Zulkifli Minta Kader PAN Perjuangkan Ambang Batas Parlemen Tetap 4 Persen

Nasional
Jokowi: Hati-hati, Begitu Ada 'Imported Case' Covid-19, Citra Pariwisata Akan Buruk

Jokowi: Hati-hati, Begitu Ada "Imported Case" Covid-19, Citra Pariwisata Akan Buruk

Nasional
Kemendagri dan KPK Sepakat, Penyaluran Bansos Harus Berbasis NIK

Kemendagri dan KPK Sepakat, Penyaluran Bansos Harus Berbasis NIK

Nasional
Pariwisata Dibuka Lagi Saat New Normal, Bali Jadi Pertimbangan Pemerintah

Pariwisata Dibuka Lagi Saat New Normal, Bali Jadi Pertimbangan Pemerintah

Nasional
Pelaksanaan Pilkada Saat Pandemi Covid-19 Dikritik, Ini Respons Komisi II DPR

Pelaksanaan Pilkada Saat Pandemi Covid-19 Dikritik, Ini Respons Komisi II DPR

Nasional
Soal Pemberian Vonis Rendah Kasus Korupsi, ICW: Harusnya Jadi Perhatian Ketua MA

Soal Pemberian Vonis Rendah Kasus Korupsi, ICW: Harusnya Jadi Perhatian Ketua MA

Nasional
Perludem: Pilkada 2020 Belum Punya Dasar Hukum Terkait Protokol Penanganan Covid-19

Perludem: Pilkada 2020 Belum Punya Dasar Hukum Terkait Protokol Penanganan Covid-19

Nasional
KPU Usul Penambahan Anggaran Pilkada, Salah Satunya untuk Tes Covid-19

KPU Usul Penambahan Anggaran Pilkada, Salah Satunya untuk Tes Covid-19

Nasional
Karena Sering Ditanya, Zulkifli Tegaskan bahwa PAN Mitra Kritis Pemerintah

Karena Sering Ditanya, Zulkifli Tegaskan bahwa PAN Mitra Kritis Pemerintah

Nasional
Data Sebaran 23 Pasien Meninggal akibat Covid-19, Terbanyak di Jawa Timur

Data Sebaran 23 Pasien Meninggal akibat Covid-19, Terbanyak di Jawa Timur

Nasional
KPK Dinilai Menganggap Remeh Kasus Harun Masiku dan Wahyu Setiawan

KPK Dinilai Menganggap Remeh Kasus Harun Masiku dan Wahyu Setiawan

Nasional
Pemerintah Minta Pemilik Toko Atur Arus Pengunjung supaya Tak Ada Penumpukan

Pemerintah Minta Pemilik Toko Atur Arus Pengunjung supaya Tak Ada Penumpukan

Nasional
ICW: Sudah Diprediksi, Kasus yang Libatkan Harun Masiku Divonis Rendah

ICW: Sudah Diprediksi, Kasus yang Libatkan Harun Masiku Divonis Rendah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X