JAKARTA, KOMPAS.com — Dokter Michael Chia Cahaya yang bertugas di ruang instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Medika Permata Hijau marah karena diintervensi pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.
Sebab, Fredrich meminta dokter membuat diagnosis tanpa memeriksa Novanto terlebih dulu.
Hal itu diceritakan Alia, salah satu dokter RS Medika Permata Hijau, saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (15/3/2018).
"Dokter Michael menelpon saya, katanya tadi ada pengacara Setya Novanto datang," kata Alia.
(Baca juga: Jaksa KPK Protes ke Hakim karena Gerakan Tubuh Fredrich yang Tak Pantas)
Awalnya, Alia dihubungi dokter Bimanesh Sutarjo dan diberi tahu bahwa akan ada pasien yang akan masuk rumah sakit. Pasien yang dimaksud adalah seorang pejabat, yakni Setya Novanto.
Alia kemudian memberi tahu kepada dokter Michael mengenai kedatangan Novanto itu.
"Saya katakan, ya, sesuaikan dengan pemeriksaan dokter saja, kalau sakit, ya, dirawat, kalau tidak, ya, pulangkan," kata Alia.
Setelah itu, menurut Alia, beberapa waktu kemudian dokter Michael dengan nada tinggi menghubunginya dan mengatakan bahwa pengacara Novanto memaksa agar dia membuat diagnosis seolah Novanto mengalami luka karena kecelakaan.
(Baca juga: Fredrich Yunadi Batal Boikot Persidangan)
Menurut Alia, dokter Michael menolak membuat diagnosis tersebut. Sebab, saat itu Novanto belum tiba di rumah sakit dan belum diperiksa secara fisik oleh dokter Michael.
"Itu tidak bisa. Diagnosis itu keluar setelah dokter memeriksa fisik pasien," kata Alia.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.