Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ditahan KPK, Ini Ekspresi Wali Kota Kendari dan Ayahnya Cagub Sultra

Kompas.com - 01/03/2018, 17:52 WIB
Robertus Belarminus,
Sandro Gatra

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menahan Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra dan calon gubernur Sulawesi Tenggara, Asrun.

Adriatma dan Asrun ditahan terkait kasus suap dalam proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Kendari tahun 2017-2018.

Selain Adriatma dan Asrun, KPK turut menahan Direktur PT Sarana Bangun Nusantara, Hasmun Hamzah, dan Mantan Kepala BPKAD Kota Kendari, Fatmawati Faqih.

(Baca juga : KPK Tetapkan Tersangka Wali Kota Kendari dan Ayahnya Cagub Sultra)

Pantauan Kompas.com, Kamis (1/3/2018) pukul 16.48 WIB, Adriatma dan ayahnya Asrun, keluar pertama kali.

Adriatma terlihat berjalan di depan, sementara ayahnya mengikuti dari belakang. Keduanya sudah mengenakan rompi orange tahanan KPK.

Wali Kota Kendari Adriatma Dwi PutraKompas.com/Robertus Belarminus Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra

Adriatma tidak mengeluarkan senyum ketika diwawancarai awak media. Dia hanya irit bicara dan hanya meminta doa atas kasusnya.

"Mohon doa saja," kata Adriatma, sembari terus berjalan menuju mobil tahanan KPK.

(Baca juga : Kasus Suap Wali Kota Kendari Rp 2,8 Miliar untuk Kampanye Ayahnya di Pilgub Sultra)

Sementara ayahnya, Asrun, tidak mengeluarkan kata-kata dan hanya tersenyum menanggapi pertanyaan awak media. Dia berjalan mengikuti putranya dari belakang.

Tak berselang lama, giliran Fatmawati yang keluar dari gedung KPK. Perempuan berambut pendek yang sudah mengenakan rompi oranye tahanan KPK itu hanya tersenyum.

Sementara itu, Hasmun saat keluar untuk ditahan bungkam. Dia terus berjalan menerobos awak media menuju mobil tahanan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Adriatma, Asrun dan Fatmawati ditahan di Rutan KPK. Sementara Hasmun ditahan di Rutan Guntur.

"Ditahan 20 hari pertama," ujar Febri.

Kompas TV KPK menduga uang suap dari kontraktor proyek jalan akan dipakai mendanai aktivitas politik terkait pilkada.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com