Selama di Afghanistan, Ini yang Dilakukan Jokowi dan Iriana

Kompas.com - 29/01/2018, 12:11 WIB
Presiden Joko Widodo dan ibu negara, Iriana tiba di New Delhi, India, Kamis (25/1/2018), dalam rangkaian lawatannya ke sejumlah negara Asia Selatan. Handout / AFP Presiden Joko Widodo dan ibu negara, Iriana tiba di New Delhi, India, Kamis (25/1/2018), dalam rangkaian lawatannya ke sejumlah negara Asia Selatan.
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi, Senin (29/1/2018), melaksanakan kunjungan kenegaraan ke Afghanistan. Tepat pukul 10.20 WIB atau 09.20 waktu setempat, pesawat kepresidenan Indonesia-1 tiba di Kabul, Ibu Kota Afghanistan.

Sejumlah agenda menanti Presiden Jokowi di negara yang Ibu Kota negaranya baru saja diserang bom bunuh diri tersebut.

Berdasarkan informasi resmi Istana, lawatan kenegaraan dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani merupakan agenda pertama Jokowi dan Ibu Iriana. Pertemuan itu akan dilangsungkan di Istana Presiden Arg.

Baca juga : Jokowi Tetap ke Afghanistan meski Ada Serangan Bom

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi dan Presiden Ghani mengikuti serangkaian acara, mulai dari pertemuan empat mata alias tete a tete, pertemuan bilateral bersama-sama masing-masing delegasi dan pernyataan pers bersama.

Selain itu, Presiden Jokowi juga akan bertemu dengan High Peace Council (HCP) Afhganistan di Istana Haram Sarai (Wisma Negara), mengikuti santap siang bersama di Istana Presiden Arg dan mengunjungi Istana Darul Aman.

Baca juga : Jumlah Korban Tewas Bom Ambulans di Afghanistan Jadi 103 Orang

Kunjungan ke Istana Darul Aman tersebut merupakan agenda terakhir Presiden Jokowi dan Ibu Negara di Afghanistan. Senin sore nanti, Presiden dan rombongan ak;an bertolak ke Tanah Air.

Turut mendampingi Presiden di Afghanistan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki dan Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Andri Hadi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Akan Distribusikan 20 Alat Deteksi Corona Berkapasitas Tinggi ke Sejumlah Provinsi

Pemerintah Akan Distribusikan 20 Alat Deteksi Corona Berkapasitas Tinggi ke Sejumlah Provinsi

Nasional
Polri Diminta Humanis Saat Terapkan PSBB di DKI Jakarta

Polri Diminta Humanis Saat Terapkan PSBB di DKI Jakarta

Nasional
Cegah Warga Mudik, Pemerintah Bisa Naikkan Tarif Tol, Tiket hingga BBM

Cegah Warga Mudik, Pemerintah Bisa Naikkan Tarif Tol, Tiket hingga BBM

Nasional
Bila Merasakan Gejala Covid-19, Masyarakat Diminta Cari Faskes yang Tepat

Bila Merasakan Gejala Covid-19, Masyarakat Diminta Cari Faskes yang Tepat

Nasional
Ini 2 Alat Deteksi Corona yang Diklaim Bisa Mengetes 10.000 Spesimen Per Hari

Ini 2 Alat Deteksi Corona yang Diklaim Bisa Mengetes 10.000 Spesimen Per Hari

Nasional
Antisipasi Dampak Pandemi, Bansos PKH Diberikan Sebulan Sekali hingga Desember

Antisipasi Dampak Pandemi, Bansos PKH Diberikan Sebulan Sekali hingga Desember

Nasional
Ombudsman: Membiarkan Kelangkaan Masker dan APD adalah Maladministrasi

Ombudsman: Membiarkan Kelangkaan Masker dan APD adalah Maladministrasi

Nasional
Update 8 April, Pasien di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet 527 Orang

Update 8 April, Pasien di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet 527 Orang

Nasional
Datangkan Alat Baru, Pemerintah Sebut Tes Corona Bisa Mencapai 10.000 Spesimen Per Hari

Datangkan Alat Baru, Pemerintah Sebut Tes Corona Bisa Mencapai 10.000 Spesimen Per Hari

Nasional
7 Jurus Sakti Pemerintah untuk Jaring Pengaman Sosial Atasi Dampak Covid-19

7 Jurus Sakti Pemerintah untuk Jaring Pengaman Sosial Atasi Dampak Covid-19

Nasional
Puan Minta Sosialisasi Prosedur Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 Digalakkan

Puan Minta Sosialisasi Prosedur Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 Digalakkan

Nasional
Pemidanaan Saat Wabah Covid-19 Dikritik, Kapolri Anggap Pro-Kontra Hal Biasa

Pemidanaan Saat Wabah Covid-19 Dikritik, Kapolri Anggap Pro-Kontra Hal Biasa

Nasional
Hingga Selasa Ini, Pemerintah Bebaskan 35.676 Napi dari Penjara

Hingga Selasa Ini, Pemerintah Bebaskan 35.676 Napi dari Penjara

Nasional
Atasi Pandemi Corona, Alumni AAU Bagikan Alat Penyemprot Disinfektan

Atasi Pandemi Corona, Alumni AAU Bagikan Alat Penyemprot Disinfektan

Nasional
RS Rujukan Covid-19 Diprioritaskan untuk Gejala Sedang dan Berat

RS Rujukan Covid-19 Diprioritaskan untuk Gejala Sedang dan Berat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X