Kompas.com - 15/01/2018, 22:06 WIB
Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa ketika ditemui di Auditorium TMPNU Kalibata, Jakarta, Kamis (4/1/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIRMenteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa ketika ditemui di Auditorium TMPNU Kalibata, Jakarta, Kamis (4/1/2018).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta kualitas pangan di e-Warong dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ditingkatkan, khususnya beras.

Hal tersebut diminta Khofifah demi meminimalisasi keluhan keluarga penerima manfaat BPNT.

"BPNT sebagai konversi beras untuk keluarga sejahtera (rastra) bagi penerima manfaat harus dijaga kualitasnya. Keluarga penerima manfaat harus dapat menikmati beras yang berkualitas," ujar Khofifah dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (15/1/2018).

"Pastikan mereka punya pilihan jenis dan kualitas beras melalui e-Warong dengan menggunakan KKS (Kartu Keluarga Sejahtera)," ucap dia.

Program e-Warong adalah tempat di mana keluarga penerima manfaat BPNT bisa membeli bahan pangan, semisal beras, telur, dan minyak goreng. Jumlah dana yang dapat dicairkan keluarga penerima manfaat BPNT sebesar Rp 110.000 per bulan.

(Baca juga: Ada Subsidi Pangan, Harga Komoditi untuk Warga Miskin Aman)

Program BPNT akan diperluas, 2018 ini. Perluasan terbagi dalam empat tahap, yakni Januari-Februari, April-Mei, Juli-Agustus dan Oktober-November.

Pada masing-masing tahap, jumlah keluarga yang akan ditambahkan yakni 2,5 juta keluarga penerima manfaat.

"Targetnya, bulan Oktober 2018, mampu mencapai 10 juta keluarga penerima manfaat," ujar Khofifah.

Beras dan telur

Khofifah menambahkan, pada 2018 program BPNT hanya dapat untuk membeli beras dan telur di e-Warong. Itu sesuai dengan pedoman umum BPNT yang baru diterbitkan oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Alasannya, kedua bahan pangan tersebut adalah yang paling banyak menyedot pengeluaran keluarga kurang mampu.

Selain itu, beras dan telur dinilai sebagai bahan pangan yang paling dibutuhkan untuk memenuhi kecukupan gizi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ICJR: UU ITE Tidak Melindungi Korban Kekerasan Berbasis Gender

ICJR: UU ITE Tidak Melindungi Korban Kekerasan Berbasis Gender

Nasional
Muhadjir Akui Pemerintah Teledor Saat Awal Pandemi Covid-19

Muhadjir Akui Pemerintah Teledor Saat Awal Pandemi Covid-19

Nasional
Menko PMK Sebut Pemerintah Koreksi Zonasi Warna Penanda Risiko Covid-19

Menko PMK Sebut Pemerintah Koreksi Zonasi Warna Penanda Risiko Covid-19

Nasional
Begini Nasib Uji Klinis Vaksin Nusantara Usai Muncul Nota Kesepahaman KSAD, Menkes, dan BPOM

Begini Nasib Uji Klinis Vaksin Nusantara Usai Muncul Nota Kesepahaman KSAD, Menkes, dan BPOM

Nasional
Hari Ini dalam Sejarah, Saat Soeharto Resmikan Pembukaan TMII

Hari Ini dalam Sejarah, Saat Soeharto Resmikan Pembukaan TMII

Nasional
Menko PMK Ungkap PPKM adalah Strategi Baru Pemerintah Tangani Covid-19

Menko PMK Ungkap PPKM adalah Strategi Baru Pemerintah Tangani Covid-19

Nasional
Sebut Indonesia Dililit Hutang, Dimyati: RUU Perampasan Aset Perlu Jadi Prioritas

Sebut Indonesia Dililit Hutang, Dimyati: RUU Perampasan Aset Perlu Jadi Prioritas

Nasional
Pemerintah Diminta Klarifikasi soal Nama KH Hasyim Asy'ari yang Tak Tercantum dalam Draf Kamus Sejarah

Pemerintah Diminta Klarifikasi soal Nama KH Hasyim Asy'ari yang Tak Tercantum dalam Draf Kamus Sejarah

Nasional
Menteri PAN RB Jamin Kerahasiaan dan Keamanan Soal Seleksi CASN 2021

Menteri PAN RB Jamin Kerahasiaan dan Keamanan Soal Seleksi CASN 2021

Nasional
Serahkan Soal Tes Calon ASN ke Menpan RB, Nadiem Komitmen Bantu Rekrut Smart ASN

Serahkan Soal Tes Calon ASN ke Menpan RB, Nadiem Komitmen Bantu Rekrut Smart ASN

Nasional
Kemkominfo: Konten Jozeph Paul Zhang Langgar UU ITE

Kemkominfo: Konten Jozeph Paul Zhang Langgar UU ITE

Nasional
Moeldoko: Soal Reshuffle yang Tahu Hanya Presiden

Moeldoko: Soal Reshuffle yang Tahu Hanya Presiden

Nasional
Pemerintah Perkirakan 13 Persen dari 80 Juta Pemudik Nekat Mudik Meski Dilarang

Pemerintah Perkirakan 13 Persen dari 80 Juta Pemudik Nekat Mudik Meski Dilarang

Nasional
Menko PMK: Pemerintah Tak Ingin Lebaran 2021 Jadi Pemicu Utama Naiknya Kasus Covid-19

Menko PMK: Pemerintah Tak Ingin Lebaran 2021 Jadi Pemicu Utama Naiknya Kasus Covid-19

Nasional
Menko PMK: Pemerintah sedang Waspada agar Kasus Covid-19 Tak Seperti India

Menko PMK: Pemerintah sedang Waspada agar Kasus Covid-19 Tak Seperti India

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X