Pengunduran Diri Setya Novanto Disetujui Bamus DPR - Kompas.com

Pengunduran Diri Setya Novanto Disetujui Bamus DPR

Kompas.com - 11/12/2017, 14:40 WIB
Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan ruangan ketika skors Rapat Paripurna ke-9 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (24/10/2017). Rapat tersebut membahas tentang pengesahan RUU Ormas serta pengesahan RUU tentang protokol perubahan persetujuan marrakesh mengenai pembentukan organisasi perdagangan dunia. ANTARA FOTO / WAHYU PUTRO A Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan ruangan ketika skors Rapat Paripurna ke-9 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (24/10/2017). Rapat tersebut membahas tentang pengesahan RUU Ormas serta pengesahan RUU tentang protokol perubahan persetujuan marrakesh mengenai pembentukan organisasi perdagangan dunia.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengunduran diri Setya Novanto dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat disetujui rapat Badan Musyawarah atau Bamus DPR. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR Fadli Zon di sela-sela rapat Bamus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/12/2017).

"Kalau pengunduran diri Pak Setya Novanto karena sepihak pada rapim (rapat pimpinan) sudah disampaikan, itu terkait sekarang," kata Fadli.

Namun, saat ini, yang belum disepakati ialah penunjukan Aziz Syamsuddin sebagai ketua DPR pengganti Novanto. Karena itu, hingga kini rapat Bamus masih berlanjut dan belum mencapai titik temu dalam hal tersebut.

Baca juga: Jurus Mundur ala Setya Novanto...

Ia menambahkan, pergantian ketua DPR tentunya akan dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3).

"Kami undang Bamus ini sebetulnya adalah rapat musyawarah. Jadi, memusyawarahkanlah karena ini menyangkut kepentingan DPR, lembaga tinggi negara. Memusyawarahkan bagaimana ke depan," lanjut politisi Gerindra itu.

Anggota Bamus yang hadir terdiri dari pimpinan DPR dan perwakilan pimpinan fraksi.

Sebelumnya Setya Novanto mengirimkan surat pengunduran dirinya kepada Fraksi Golkar dan pimpinan parlemen sebagai ketua DPR.

Baca juga: Surat Novanto yang Tunjuk Aziz Syamsuddin Jadi Ketua DPR Dinilai Aneh

Dalam surat tersebut, ia juga menunjuk Aziz Syamsuddin sebagai pengganti. Namun, surat tersebut hanya ditandatangani Ketua Fraksi Golkar, tanpa sekretaris fraksi.

Penunjukan tersebut dilakukan tanpa adanya rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar.

Penunjukan Aziz Syamsuddin sebagai ketua DPR pengganti Setya Novanto tak sepenuhnya diterima semua anggota Fraksi Golkar.

Baca juga: Surat dari Setya Novanto Dinilai Bikin Malu Golkar dan DPR

Hal itu dibuktikan dengan munculnya penggalangan penolakan terhadap penunjukan Aziz. Sejumlah anggota Fraksi Golkar menggalang tanda tangan penolakan tersebut di ruang Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR.

Wakil Sekretaris Fraksi Golkar Ace Hasan Syadzily menyatakan, penolakan tersebut merupakan bentuk keprihatinan sejumlah anggota Fraksi Golkar karena sepihaknya penunjukan Aziz.

"Ini sebagai bentuk inisiatif para anggota Fraksi Partai Golkar. Merasa prihatin atas penunjukan Aziz oleh Setya Novanto tanpa melalui mekanisme internal partai," kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/12/2017).


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSabrina Asril
Close Ads X