Kompas.com - 30/11/2017, 22:21 WIB
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Dewan Pimpina Pusat (DPP) Partai Golkar Roem Kono meminta pihak Istana tak dikaitkan dengan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) partainya.

Ia menilai Istana yang diwakili oleh Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tetap netral dalam munaslub Golkar meski telah memberi izin kelada Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto maju sebagai calon ketua umum.

"Saya kira kita tidak boleh membawa Istana ke internal Partai Golkar. Tapi keinginan dari pemerintah sekarang bahwa Golkar jangan sampai hilang di peredaran perpartaian politik," kata Roem di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017).

Baca juga : Jika Jadi Ketum Golkar, Airlangga Pasrahkan Jabatan Menteri ke Jokowi

Roem KonoKompas.com / Dani Prabowo Roem Kono
Menurut dia, bagaimanapun juga pemerintah memerlukan Golkar tetap eksis untuk mendukung program-program pemerintah.

Terlebih, kata Roem, saat ini, Golkar merupakan partai pendukung pemerintah sehingga keberadaannya tentu juga menjadi penting bagi Istana.

Roem menambahkan sebagai salah satu partai besar, Golkar juga dibutuhkan pemerintah untuk menjadi penyeimbang dalam mengawal pembangunan nasional.

"Jadi saya kira harus kita pisahkan, tidak ada Istana (di munaslub Golkar). Pemerintah sangat memerlukan Partai Golkar tetap hadir dan eksis dalam rangka untuk pembangunan demokrasi di Indonesia," lanjut dia.

Baca juga : Yorrys Raweyai: Idrus Itu Siapa Mesti Minta Restu Presiden?

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa dia hanya mengantongi izin dari Presiden Joko Widodo untuk maju dalam pemilihan Ketua Umum DPP Partai Golkar jika digelar musyawarah nasional luar biasa.

Airlangga membantah bahwa Presiden Jokowi memberikan dukungan kepada dirinya untuk menggantikan Setya Novanto, yang saat ini mendekam di balik rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Jadi yang diberikan Presiden adalah izin karena saya selaku pembantu beliau. Memberikan izin untuk ikut dalam kontestasi di Partai Golkar," kata Airlangga di rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (30/11/2017).

Kompas TV Presiden Joko Widodo menegaskan tidak mencampuri urusan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.