Kompas.com - 23/11/2017, 13:27 WIB
Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid di Kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, Kamis (19/10/2017/ KOMPAS.com/Nabilla TashandraDirektur Wahid Institute, Yenny Wahid di Kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, Kamis (19/10/2017/
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid adalah salah satu nama yang disebut-sebut bakal dipilih Presiden Joko Widodo menggantikan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Diketahui, Khofifah akan maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jawa Timur, 2018 mendatang.

Lantas, apa tanggapan Yenny Wahid sendiri?

"Menjadi pejabat publik mensyaratkan dedikasi dan pengabdian penuh untuk masyarakat, baik dari segi pikiran, tenaga, dan waktu," ujar Yenny kepada Kompas.com saat dihubungi di sela-sela kesibukannya di Australia, Kamis (23/11/2017).

"Pada saat ini saya belum mampu memberikan pengabdian tersebut karena faktor keluarga. Anak saya masih kecil-kecil dan membutuhkan kehadiran ibunya," lanjut dia.

Baca juga : Jokowi-JK Belum Bahas Calon Mensos Pengganti Khofifah

Putri kedua Presiden keempat RI Abdurrachman Wahid itu juga mengatakan bahwa saat ini dirinya tengah fokus membangun jaringan internasional di bidang perdamaian melalui Wahid Foundation (sebelumnya Wahid Institute).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat ini fokus saya secara profesional adalah membangun jaringan internasional untuk kampanye perdamaian yang sedang saya lakukan," ujar Yenny.

"Alhamdulillah pelan-pelan  kami mulai mendapat pengakuan dari lembaga-lembaga di dunia. Misalnya, baru-baru ini kami baru bekerja sama dgn UN Women, lembaga PBB yang menangani masalah perempuan, untuk menjalankan program perempuan untuk perdamaian," lanjut dia.

Ia yakin, masih ada sosok lain yang kompeten dan kapabel sebagai pengganti Khofifah dari jabatan Mensos.

Baca juga : Nasdem Main Mata dengan Gus Ipul-Anas Setelah Khofifah Gandeng Emil

Diberitakan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dipastikan akan maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 mendatang. Dengan demikin Khofifah harus mundur sebagai menteri Sosial di Kebinet Kerja Joko Widodo - Jusuf Kalla.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku belum mendapatkan laporan resmi dari Khofifah soal pencalonannya di Pilgub Jatim serta pengunduran dirnya sebagai menteri sosial.

"Bu Khofifah belum mengatakannya," ujar Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Rabu, (22/11/2017).

Karena belum ada laporan resmi, Kalla mengaku dirinya bersama presiden Joko Widodo belum membahas soal calon pengganti Khofifah.

"Belum, belum," kata dia singkat.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Nasional
Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Nasional
Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Nasional
Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Nasional
Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Nasional
Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Nasional
UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

Nasional
Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

Nasional
Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Nasional
 UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

Nasional
Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

Nasional
UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Nasional
Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Golkar

Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Golkar

Nasional
UPDATE: 41,02 Persen Sasaran Vaksinasi Covid-19 Telah Terima Suntikan Dosis Pertama

UPDATE: 41,02 Persen Sasaran Vaksinasi Covid-19 Telah Terima Suntikan Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 25 September: Ada 44.071 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 25 September: Ada 44.071 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.