Kompas.com - 07/09/2017, 19:13 WIB
Dokumentasi pertemuan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarnoputri. KOMPAS/Agus SusantoDokumentasi pertemuan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarnoputri.
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada 1998, terjadi kasus pembunuhan para dukun santet di Banyuwangi dan wilayah "Tapal Kuda" Jawa Timur. Gerakan tersebut diindikasikan sebangai gerakan anti-tenung yang merembet menjadi gerakan anti-kiai.

Sejumlah versi muncul terkait kasus yang sudah dinyatakan sebagai pelanggaran hak asasi manusia berat ini.

Salah satunya, motif di balik kasus pembunuhan tersebut adalah untuk mengadu domba antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Dalam buku berjudul Gila Gus Dur (2010) terbitan LKIS, penulis Andree Feillard mengungkapkan bahwa pendiri PKB Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menyatakan, kasus tersebut merupakan suatu upaya untuk memecah antara dirinya dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Gus Dur bertanya, siapa yang diduga mau membunuh para dukun santet. Ia sendiri yang menjawab bahwa pihak yang akan dituduh sebagai pembunuh nantinya adalah para ulama.

Menurut Gus Dur, karena para korban yang diduga para dukun santet, tidak melaksanakan ibadah. Sehingga, dengan membunuh para dukun santet, akan membangkitkan kemarahan terhadap kiai.

Inilah yang dinilai sebagai cara memisahkan dan bahkan mengadu domba antara PDI-P dengan PKB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca juga: Ketika Gus Dur dan Megawati Bertengkar...)

Pada Maret 1999, Gus Dur pernah menyatakan, ia yakin bahwa PDI-P dan PKB bersama-sama akan bisa meraih suara 60 persen. Namun, Gus Dur tidak yakin Megawati memperoleh cukup suara untuk terpilih menjadi presiden.

Pada September 1999, ketika berada di Paris, Andree Feillard bertemu dengan Gus Dur. Saat itu Gus Dur menelpon dia di sela kegiatan bertemu dengan mantan Perdana Menteri Perancis, Pierre Mauroy.

Timor Timur menjadi pembahasan utama keduanya. Akan tetapi, pembicaraan internal politik selalu terungkap dengan sendirinya.

"Mega atau saya, sama saja," kata Gus Dur, saat ditanya mengenai calon pemimpin Indonesia pasca-jatuhnya Presiden Soeharto.

(Baca juga: Cerita Fidel Castro yang 'Ngakak' Dengar Lelucon Gus Dur)

Saat duduk di kereta kembali ke Gare du Nord, Andree bertanya mengenai optimisme Gus Dur menjadi Presiden Indonesia mendatang.

"Apa yang akan Anda lakukan jika menjadi presiden untuk memberantas korupsi?" tanya Feillard.

"Saya akan pecat siapa pun menteri-menteri saya yang korup," ucap Gus Dur.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tambah 11 di Korsel, Total 5.916 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE: Tambah 11 di Korsel, Total 5.916 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Dukung 56 Pegawai yang Akan Dipecat, Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat

Dukung 56 Pegawai yang Akan Dipecat, Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat

Nasional
Jokowi Ungkap Kontribusi RI Hadapi Situasi Darurat Energi dan Iklim Dunia

Jokowi Ungkap Kontribusi RI Hadapi Situasi Darurat Energi dan Iklim Dunia

Nasional
Mahfud Harap Publik Tetap Tenang Usai Pimpinan Teroris MIT Ali Kalora Tewas Ditembak

Mahfud Harap Publik Tetap Tenang Usai Pimpinan Teroris MIT Ali Kalora Tewas Ditembak

Nasional
Solidaritas Pegawai KPK terhadap 56 Pegawai yang Akan Dipecat: Beri Dua Kali Surat Ke Pimpinan

Solidaritas Pegawai KPK terhadap 56 Pegawai yang Akan Dipecat: Beri Dua Kali Surat Ke Pimpinan

Nasional
BNPT Kutuk Keras Tindakan KKB Serang Tenaga Kesehatan di Papua

BNPT Kutuk Keras Tindakan KKB Serang Tenaga Kesehatan di Papua

Nasional
Lini Masa Kedatangan Vaksin Covid-19 di Indonesia

Lini Masa Kedatangan Vaksin Covid-19 di Indonesia

Nasional
Total Kasus Covid-19 Tembus 4.188.529, Pemerintah Targetkan Vaksinasi 2 Juta Per Hari

Total Kasus Covid-19 Tembus 4.188.529, Pemerintah Targetkan Vaksinasi 2 Juta Per Hari

Nasional
[POPULER NASIONAL] PDI-P Apresiasi Krisdayanti karena Blak-blakan soal Gaji | Sebaran 3.385 Kasus Baru Covid-19

[POPULER NASIONAL] PDI-P Apresiasi Krisdayanti karena Blak-blakan soal Gaji | Sebaran 3.385 Kasus Baru Covid-19

Nasional
Sosok Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris Poso yang Dikabarkan Tewas

Sosok Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris Poso yang Dikabarkan Tewas

Nasional
Muhammad Kece Diduga Dianiaya Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri

Muhammad Kece Diduga Dianiaya Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri

Nasional
Teroris Poso Ali Kalora dan Jaka Ramadhan Tewas dalam Baku Tembak

Teroris Poso Ali Kalora dan Jaka Ramadhan Tewas dalam Baku Tembak

Nasional
Spesifikasi Kapal Perang Arrowhead-140 yang Akan Dibuat Indonesia dengan Desain dari Inggris

Spesifikasi Kapal Perang Arrowhead-140 yang Akan Dibuat Indonesia dengan Desain dari Inggris

Nasional
UPDATE 18 September: Sebaran 3.385 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Jawa Timur

UPDATE 18 September: Sebaran 3.385 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Jawa Timur

Nasional
UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Mencapai 21,47 Persen

UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Mencapai 21,47 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.