Informasi Haji Kementerian Agama Masih Normatif Halaman 1 - Kompas.com

Informasi Haji Kementerian Agama Masih Normatif

Kompas.com - 30/08/2017, 16:02 WIB
Ilustrasi manfaat berasuransi. Dana yang telah dikumpulkan dapat diunakan untuk ibadah haji.Dok. AXA Ilustrasi manfaat berasuransi. Dana yang telah dikumpulkan dapat diunakan untuk ibadah haji.

PROSESI haji kian bergulir pada puncaknya pada Kamis (31/8/2017), manakala jutaan ummat Muslim seluruh dunia berkumpul di Arafah, Arab Saudi. Sebuah aktivitas yang kerap disematkan mendekati Padang Mahsyar dalam skala mikro kelak.

Sejak lama, sejumlah media massa di Indonesia kerap menyiarkan proses final tersebut, baik langsung/rekaman. Terlebih setiap tahunnya, Kementerian Agama (Kemenag), baik di pusat dan daerah, juga kerap mengajak media massa meliput kegiatan tersebut, sekaligus berhaji.

Ini menggembirakan. Setidaknya, informasi terkait prosesi akbar haji rutin, aktif, dan terkustomisasi dilakukan setiap tahunnya. Secara kuantitas pemberitaan, Kemenag mengambil peran aktif dan kontributif sejak dari awal keberangkatan embarkasi hingga kepulangan.

Bukan hanya informasi general, namun informasi tiap daerah pun tersajikan dengan strategi media relation tersebut. Banyak keluarga haji yang setidak-tidaknya bisa tetap mengetahui aktivitas keluarganya ketika berada di Haramain.

Akan tetapi, tanpa mengurangi rasa hormat penulis, sekurangnya ada dua hal penerapan strategi public relations dan media relations yang masih bisa ditingkatkan, khususnya oleh Kemenag dan khususnya oleh kantor Kemenag di daerah.

Pertama, informasi yang diberikan selama ini masih dominan teknis pelaksanaan beserta variabel di dalamnya (hardnews) namun memberi porsi relatif sedikit menjurus minim tentang berita menggugah hati menyentuh nurani (softnews).

Jika diamati pemberitaan pada laman Kemenag tahun ini, detil dari mulai pemberangkatan, pelaksanaan, hingga aktivitas rinci Menteri Agama selama musim haji, sudah bisa diekplorasi dan dipublikasikan dengan baik.

Namun, softnews terasa belum melimpah sekaligus menginspirasi karena berita semacam kisah Baiq Mariah (haji tertua dari Indonesia, bahkan disebut jemaah haji tertua se-dunia) hanya sekali ditulis dalam laman resmi tersebut.

Bukan menyebut apalagi menafikan hardnews yang ada tidak bagus, namun sejatinya bangsa ini tengah kering hati dan krisis akhlaq, sehingga kita memerlukan demikian banyak kisah menggugah agar siapapun terus bertekad segera berhaji.

Jika ada warga Lombok Barat masih bersemangat naik haji pada usia 103 tahun, maka ini penting ditularkan spiritnya ke seluruh masyarakat Indonesia, yang faktanya banyak yang masih bugar, aktif, namun tak tergerak menabung haji.

Baca: Cerita Jemaah Haji Tertua Indonesia yang Sempat Ingin Pulang

Kedua, informasi terkait peluang dan skema untuk naik haji ini lagi-lagi masih kalah intens dibandingkan hardnews yang substansinya cenderung menceritakan aktivitas bahkan seremoni penjabat. Sisi humanis lagi-lagi kalah dari sisi teknis.

Penulis merasakan ketika memulai ingin mencicil tabungan haji pada 2015 lalu, informasi yang ada relatif minim. Jangankan menjadi tahu ancang-ancang kapan berangkat, mekanisme setelah mulai mencicil pun tahu setelah bertanya-tanya di lapangan.


Page:
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar

Terkini Lainnya

Bupati Kepulauan Seribu: Penataan Pulau Pari Tunggu Sengketa Selesai

Bupati Kepulauan Seribu: Penataan Pulau Pari Tunggu Sengketa Selesai

Megapolitan
Kalahkan Jepang, Singapura Jadi Negara Paling Aman di Dunia

Kalahkan Jepang, Singapura Jadi Negara Paling Aman di Dunia

Internasional
Ali Mochtar Ngabalin: Saya Berkewajiban Memberi Tahu Pemerintah Menjalankan Tugas Mulia

Ali Mochtar Ngabalin: Saya Berkewajiban Memberi Tahu Pemerintah Menjalankan Tugas Mulia

Nasional
Anies Pastikan Perluasan Ganjil-Genap Hanya Berlaku Selama Asian Games

Anies Pastikan Perluasan Ganjil-Genap Hanya Berlaku Selama Asian Games

Megapolitan
Petugas Mulai Bersihkan Abu Merapi yang Selimuti Candi Borobudur

Petugas Mulai Bersihkan Abu Merapi yang Selimuti Candi Borobudur

Regional
Komisi I dan Panglima TNI Gelar Rapat Bahas Pengaktifan Koopsusgab

Komisi I dan Panglima TNI Gelar Rapat Bahas Pengaktifan Koopsusgab

Nasional
Sebuah Istana Kuno Perancis Dijual dengan Harga Rp 182.000

Sebuah Istana Kuno Perancis Dijual dengan Harga Rp 182.000

Internasional
Tipu Penumpang Asing, Staf Stasiun Kereta Api Cepat di Jepang Dipecat

Tipu Penumpang Asing, Staf Stasiun Kereta Api Cepat di Jepang Dipecat

Internasional
Pemprov DKI Siapkan Kendaraan Menuju Venue Asian Games

Pemprov DKI Siapkan Kendaraan Menuju Venue Asian Games

Megapolitan
Berkah Pilgub Jatim bagi Ibu-ibu Pelipat Kertas Surat Suara

Berkah Pilgub Jatim bagi Ibu-ibu Pelipat Kertas Surat Suara

Regional
Berhak Daftar Caleg, PAN Sebut Mantan Terpidana Korupsi Tak Bersalah

Berhak Daftar Caleg, PAN Sebut Mantan Terpidana Korupsi Tak Bersalah

Nasional
Selama Asian Games, 'Volunteer' Bisa Naik Bus Transjakarta Gratis ke 'Venue'

Selama Asian Games, "Volunteer" Bisa Naik Bus Transjakarta Gratis ke "Venue"

Megapolitan
Puluhan Gelandangan dan Manusia Gerobak Terjaring Razia Pekat di Jaktim

Puluhan Gelandangan dan Manusia Gerobak Terjaring Razia Pekat di Jaktim

Megapolitan
Melihat Tahanan Narkoba Musnahkan Sabu dan Ekstasi Hasil Kejahatannya...

Melihat Tahanan Narkoba Musnahkan Sabu dan Ekstasi Hasil Kejahatannya...

Megapolitan
Ali Mochtar Ngabalin: Dalam Konsep Agama, Pemerintah Tidak Boleh Difitnah dan Dicaci Maki

Ali Mochtar Ngabalin: Dalam Konsep Agama, Pemerintah Tidak Boleh Difitnah dan Dicaci Maki

Nasional

Close Ads X