Istana Anggap Kehadiran SBY Bikin Perayaan HUT RI Jadi Berbeda

Kompas.com - 18/08/2017, 17:28 WIB
Istri Presiden ke-4 Republik Indonesia, Sinta Nuriyah Wahid, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, Istri Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Tuti Sutiawati, Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie, Istri Presiden Republik Indonesia, Iriana Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, Istri Wakil Presiden Republik Indonesia, Mufidah Kalla, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, Istri Presiden ke-6 Republik Indonesia, Kristiani Herrawati Yudhoyono, Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia, Boediono, Istri Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia, Herawati, Istri Wakil Presiden ke-4 Republik Indonesia, Karlinah Djaja Atmadja Wirahadikusumah (kiri ke kanan) berpose bersama saat perayaan HUT Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (17/8/2017). SETPRES/AGUS SUPARTO Istri Presiden ke-4 Republik Indonesia, Sinta Nuriyah Wahid, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, Istri Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Tuti Sutiawati, Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie, Istri Presiden Republik Indonesia, Iriana Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, Istri Wakil Presiden Republik Indonesia, Mufidah Kalla, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, Istri Presiden ke-6 Republik Indonesia, Kristiani Herrawati Yudhoyono, Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia, Boediono, Istri Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia, Herawati, Istri Wakil Presiden ke-4 Republik Indonesia, Karlinah Djaja Atmadja Wirahadikusumah (kiri ke kanan) berpose bersama saat perayaan HUT Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (17/8/2017).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sekretaris Negara Pratikno senang Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono bisa menghadiri perayaan HUT ke-72 Tahun RI, di Istana, pada Kamis (17/8/2017) kemarin.

Kehadiran SBY terasa spesial karena tahun 2015 dan 2016 lalu, Ketua Umum Partai Demokrat itu tak menghadiri perayaan HUT RI di Istana.

Sejak tak menjabat sebagai presiden pada 2014, SBY memilih merayakan HUT RI di kampung halamannya, Pacitan.

"Beliau (SBY) datang. Itu kemudian yang membuat berbeda," kata Pratikno, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Kehadiran SBY itu melengkapi daftar mantan presiden yang hadir di Istana.

Baca: Apa "Kunci" Jokowi Bisa Pertemukan Megawati-SBY di Istana?

Selain SBY, hadir pula Presiden ke-3 RI BJ Habibie dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Selama sepuluh tahun kepemimpinan SBY, para mantan presiden yang hadir di Istana juga tidak pernah lengkap karena Megawati yang selalu tak hadir.

Pratikno mengatakan, undangan untuk SBY dan para tamu lain sudah dikirim sejak seminggu lalu.

Saat ditanya soal lobi yang dilakukan pihak Istana sehingga membuat SBY hadir, Pratikno enggan menjawab.

"Itu tanya Pak Jokowi," kata dia.

Pratikno mengaku senang peringatan hari kemerdekaan di Istana berlangsung lancar dan dihadiri semua tokoh yang pernah memimpin negeri ini.

"Dan yang lebih menyenangkan lagi adalah momentum itu diapresiasi masyarakat luas. Itu yang paling menyenangkan," kata dia.

Kompas TV Jokowi Beri Sepeda Bagi Tamu dengan Pakaian Adat Terbaik

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Nasional
Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Nasional
Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Nasional
Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Nasional
Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Nasional
Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita 'Tracing' Terus tetapi Tak Ada Alat

Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita "Tracing" Terus tetapi Tak Ada Alat

Nasional
Periksa Eks Deputi Bappenas, KPK Gali Informasi Penerimaan Uang dari Mitra PT DI

Periksa Eks Deputi Bappenas, KPK Gali Informasi Penerimaan Uang dari Mitra PT DI

Nasional
Periksa Saksi, KPK Konfirmasi Aset Milik Nurhadi dan Menantunya yang Berada di SCBD

Periksa Saksi, KPK Konfirmasi Aset Milik Nurhadi dan Menantunya yang Berada di SCBD

Nasional
Belajar dari Putusan MA, Perludem Nilai Revisi UU Pemilu Perlu Memuat Putusan MK Terkait

Belajar dari Putusan MA, Perludem Nilai Revisi UU Pemilu Perlu Memuat Putusan MK Terkait

Nasional
Jokowi Tunjuk Prabowo jadi 'Leading Sector' Lumbung Pangan Nasional

Jokowi Tunjuk Prabowo jadi 'Leading Sector' Lumbung Pangan Nasional

Nasional
Pimpinan KPK Datangi Kantor Anies Baswedan, Ini yang Dibicarakan...

Pimpinan KPK Datangi Kantor Anies Baswedan, Ini yang Dibicarakan...

Nasional
Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Korupsi Impor Tekstil India

Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Korupsi Impor Tekstil India

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Pengaruhi Legitimasi Jokowi

Putusan MA Dinilai Tak Pengaruhi Legitimasi Jokowi

Nasional
Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Jokowi: Ini Lampu Merah Lagi

Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Jokowi: Ini Lampu Merah Lagi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X