Azwar Anas Hadiri Acara PDI-P, Sinyal Dukungan?

Kompas.com - 14/08/2017, 06:27 WIB
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama dengan peserta internet marketing yang diikuti pemuda beberapa waktu yang lalu KOMPAS.COM/Ira RachmawatiBupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama dengan peserta internet marketing yang diikuti pemuda beberapa waktu yang lalu
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas hadir dalam acara Kursus Politik Pancasila yang diselenggarakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Minggu (13/8/2017). Dalam acara tersebut, ia turut menjadi pembicara.

Adapun nama Anas dalam beberapa waktu terakhir disebut sebagai salah satu figur yang akan didorong maju Pilgub Jawa Timur. Apakah kehadiran Anas merupakan sinyal dukungan politik PDI-P?

Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto menuturkan, diundangnya Anas sebagai pembicara tak ada kaitannya dengan Pilgub Jatim melainkan dalam kapasitas Anas sebagai Bupati Banyuwangi.

"Pak Azwar Anas datang bukan karena kapasitas sebagai bakal calon," ujar Hasto di Kantor DPP PDI-P Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (13/8/2017).

(Baca: Minta Dirinya Tak Maju Pilgub Jatim, Khofifah Anggap Cak Imin Khilaf)

Meskipun Anas merupakan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), namun ia terpilih juga atas kerja sama PKB dengan PDI-P. Di samping itu, kata Hasto, kebijakan-kebijakan Anas dinilai mampu mengebumikan Pancasila.

"Karena itu lah beliau kami undang untuk memberikan sebuah inspirasi Pancasila betul-betul bisa dibumikan," tutur Hasto.

Adapun secara umum, ia mengaku partainya sudah memiliki arah untuk Pilgub Jatim. Hanya saja, PDI-P masih menentukan waktu dan momentum yang tepat untuk mendeklarasikan dukungannya terhadap satu figur.

Tak hanya di Jatim, namun Pilgub di daerah lain seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Papua, hingga Maluku juga sudah dipersiapkan.

"Pada prinsipnya kami sudah siap, hanya menunggu momentum waktu terbaik untuk mengambil keputusan karena ini adalah pilkada serentak," ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bamsoet Jamin Tetap 'All Out' Dukung Jokowi jika Jadi Ketua Umum Golkar

Bamsoet Jamin Tetap "All Out" Dukung Jokowi jika Jadi Ketua Umum Golkar

Nasional
Jelang HUT OPM, Tim Intelijen Polri Analisis Peta Kerawanan di Papua

Jelang HUT OPM, Tim Intelijen Polri Analisis Peta Kerawanan di Papua

Nasional
Apkasi Ingatkan Pemerintah Berhati-hati soal Rencana ASN Kerja dari Rumah

Apkasi Ingatkan Pemerintah Berhati-hati soal Rencana ASN Kerja dari Rumah

Nasional
Tak Kerja Full Time, Staf Khusus Jokowi Dapat Gaji Rp 51 Juta

Tak Kerja Full Time, Staf Khusus Jokowi Dapat Gaji Rp 51 Juta

Nasional
Menpan-RB Tegaskan Gaji ASN Tak Dipangkas meski Kerja dari Rumah

Menpan-RB Tegaskan Gaji ASN Tak Dipangkas meski Kerja dari Rumah

Nasional
Jika Dihidupkan Lagi, KKR Diharapkan Dapat Ungkap Pelanggaran HAM Berat Suatu Rezim

Jika Dihidupkan Lagi, KKR Diharapkan Dapat Ungkap Pelanggaran HAM Berat Suatu Rezim

Nasional
Pengamat: Aklamasi Bukan Tradisi Munas Golkar

Pengamat: Aklamasi Bukan Tradisi Munas Golkar

Nasional
Menpan RB Dukung ASN Kerja di Rumah, asal Kinerja Tetap Maksimal

Menpan RB Dukung ASN Kerja di Rumah, asal Kinerja Tetap Maksimal

Nasional
Pencegahan Radikalisme Jadi Materi Bimbingan Pranikah

Pencegahan Radikalisme Jadi Materi Bimbingan Pranikah

Nasional
Tujuh Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi Wajib Lapor Kekayaan? Ini Kata KPK

Tujuh Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi Wajib Lapor Kekayaan? Ini Kata KPK

Nasional
Politisi Golkar Nilai Masa Jabatan Presiden 3 Periode Bisa Ciptakan Otoritarian

Politisi Golkar Nilai Masa Jabatan Presiden 3 Periode Bisa Ciptakan Otoritarian

Nasional
Polri Sebut Akan Copot Firli Bahuri Sebelum Dilantik sebagai Ketua KPK

Polri Sebut Akan Copot Firli Bahuri Sebelum Dilantik sebagai Ketua KPK

Nasional
KBRI Kuala Lumpur Belum Dengar Ada Penusukan terhadap Suporter Indonesia

KBRI Kuala Lumpur Belum Dengar Ada Penusukan terhadap Suporter Indonesia

Nasional
Tokoh Senior Golkar Nilai Partai Lain Sulit Punya Kandidat Ketum Lebih dari Satu

Tokoh Senior Golkar Nilai Partai Lain Sulit Punya Kandidat Ketum Lebih dari Satu

Nasional
BKKBN Usul Hasil Sertifikasi Perkawinan Berbentuk Rekomendasi

BKKBN Usul Hasil Sertifikasi Perkawinan Berbentuk Rekomendasi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X