KPK Masih Percaya Polisi Bisa Tuntaskan Kasus Novel Baswedan

Kompas.com - 27/07/2017, 14:11 WIB
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat mengumumkan penetapan tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (31/3/2017). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINWakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat mengumumkan penetapan tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (31/3/2017).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih memercayakan penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap penyidiknya, yakni Novel Baswedan, kepada kepolisian. Meskipun, Novel yang merupakan korban justru meyakini bahwa kasus yang menimpanya tidak akan dituntaskan kepolisian.

"Kami masih memberi harapan besar (kepada) mereka (polisi) akan mengungkap (kasus novel) itu," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan usai menghadiri acara di Grand Melia Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (27/7/2017).

Basaria mengatakan, akan memberikan berbagai macam informasi yang dibutuhkan kepolisian guna mengungkap kasus ini. Ketika disinggung soal pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) sebagaimana yang disampaikan Novel, Basaria mengatakan, hal itu akan dibicarakan terlebih dahulu bersama seluruh pimpinan KPK.

"Supaya di dalam setiap tindakan kami jangan terlalu gegabah, semua bisa berjalan smooth, karena bagaimanapun tindak pidana ini ada di kewenangan kepolisian," kata Basaria.

(Baca: Novel Sebut Ada Kelompok Polri yang Melindungi dan yang Ingin Menyerangnya)

"Hasil yang dibentuk, tim apapun namanya, nanti (fakta dan data yang diperoleh) tetap juga akan diberikan kepada mereka (kepolisian)," tambah dia.

Sebelumnya, dalam wawancara bersama "Mata Najwa" di Metro TV, pada Rabu (26/7/2017) malam, Novel menilai lebih baik jika dibentuk TPGF guna menuntaskan kasus ini yang menimpanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melihat molornya penyidikan selama tiga bulan, menurut Novel, pelaku tidak akan tertangkap. Jika TPGF dibentuk, Novel memastikan akan membeberkan fakta-fakta yang ditemukan serta kejanggalan dalam pengusutan kasusnya tersebut.

"Lebih baik jika dibentuk TGPF untuk mengungkap fakta. Itupun kalau dianggap penting," ujar Novel.

(Baca: Novel Baswedan: Saya Bisa Sebut Polri Tidak Akan Berani Mengungkap)

Novel menduga ada "tangan besar" di Polri yang menjadi aktor intelektual di balik penyerangannya.

Novel telah memberi informasi kepada penyidik, termasuk kecurigaan pada orang yang dianggap mengintainya sejak jauh hari. Ia juga menunjukkan foto dua orang yang diduga sebagai pelakunya. Namun, setelah dilakukan pendalaman, dua orang tersebut memiliki alibi dan tak terbukti terkait dalam kaaus itu.

"Lebih baik agar upaya penyelidikan dan pengumpulan fakta tidak dilakukan internal. Saya khawatir rasa emosional timbul dalam pemeriksaan. Nanti justru malah ditutupi," kata Novel.

Kompas TV KPK Gelar Doa Bersama Untuk Novel Baswedan
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Sebaran 311 Kasus Harian Covid-19 di Indonesia, Jawa Barat Tertinggi

UPDATE: Sebaran 311 Kasus Harian Covid-19 di Indonesia, Jawa Barat Tertinggi

Nasional
Kementerian KP dan Pos Indonesia Luncurkan Prangko Seri Ikan Hias Endemik

Kementerian KP dan Pos Indonesia Luncurkan Prangko Seri Ikan Hias Endemik

Nasional
UPDATE: 291.460 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,84 Persen

UPDATE: 291.460 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,84 Persen

Nasional
Muhaimin Iskandar: Kalau Kader PKB Semangat Mencalonkan Saya Jadi Capres Itu Wajar

Muhaimin Iskandar: Kalau Kader PKB Semangat Mencalonkan Saya Jadi Capres Itu Wajar

Nasional
UPDATE 2 Desember: Tambah 10, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 143.850

UPDATE 2 Desember: Tambah 10, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 143.850

Nasional
UPDATE 2 Desember: Ada 5.253 Suspek Covid-19 di Tanah Air

UPDATE 2 Desember: Ada 5.253 Suspek Covid-19 di Tanah Air

Nasional
UPDATE: Ada 7.796 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Ada 7.796 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 2 Desember: Bertambah 388, Kasus Covid-19 Sembuh Kini 4.105.352

UPDATE 2 Desember: Bertambah 388, Kasus Covid-19 Sembuh Kini 4.105.352

Nasional
UPDATE: Bertambah 311, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.256.998

UPDATE: Bertambah 311, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.256.998

Nasional
Kemenlu: Indonesianis Siap Bantu dan Majukan Kepentingan Nasional Indonesia di Negaranya

Kemenlu: Indonesianis Siap Bantu dan Majukan Kepentingan Nasional Indonesia di Negaranya

Nasional
Komisi II Berencana Gelar Raker Bahas Jadwal Pemilu pada Awal 2022

Komisi II Berencana Gelar Raker Bahas Jadwal Pemilu pada Awal 2022

Nasional
Varian Omicron Terdeteksi di 23 Negara, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Perbatasan dan Karantina

Varian Omicron Terdeteksi di 23 Negara, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Perbatasan dan Karantina

Nasional
Indonesianis Nilai Indonesia Ada di Jalur yang Benar Atasi Ekonomi di Masa Pandemi

Indonesianis Nilai Indonesia Ada di Jalur yang Benar Atasi Ekonomi di Masa Pandemi

Nasional
Minta Sahroni Mundur dari Kepanitiaan Formula E, PSI: Tidak Lancang, Justru Sayang

Minta Sahroni Mundur dari Kepanitiaan Formula E, PSI: Tidak Lancang, Justru Sayang

Nasional
Pemerintah Diminta Gencarkan Whole Genome Sequencing untuk Melacak Keberadaan Omicron di Tanah Air

Pemerintah Diminta Gencarkan Whole Genome Sequencing untuk Melacak Keberadaan Omicron di Tanah Air

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.