Kompas.com - 23/05/2017, 14:48 WIB
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Hakim Konstitusi, Patrialis Akbar dijadwalkan untuk diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (23/5/2017). Mobil tahanan yang membawa Patrialis tiba di Gedung KPK pada pukul 11.30 WIB.

Kendaraan yang membawa Patrialis ternyata juga dipergunakan untuk membawa tahanan lain yang baru selesai diperiksa KPK, yakni Kamaludin, yang diduga sebagai perantara suap untuk Patrialis.

(Baca: Dua Tersangka Penyuap Patrialis Akbar Segera Disidang)

Keduanya sempat berpapasan, bersalaman dan saling mencium pipi kanan dan kiri (cipika-cipiki).

Sebelum menjalani pemeriksaan, Patrialis menyampaikan bahwa ia siap menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

"Saya sudah siap lahir dan batin," kata Patrialis.

Patrialis ditangkap dalam operasi tangkap tangan, Rabu (25/1/2017). Dia ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menerima suap sebesar sebesar 20.000 dollar Amerika Serikat dan 200.000 dollar Singapura, atau senilai Rp 2,15 miliar dari pengusaha impor daging, Basuki Hariman.

(Baca: Mencoblos Pilkada DKI di Gedung KPK, Patrialis Lepas Rompi Tahanan)

Suap tersebut diduga terkait permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang sedang ditangani Mahkamah Konstitusi. Ada pun, Kamaludin berperan sebagai perantara suap dari Basuki kepada Patrialis.

Kompas TV Pencoblosan putaran kedua pilkada DKI juga digelar di TPS bayangan rutan KPK.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.