Kompas.com - 22/05/2017, 08:26 WIB
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang lanjutan untuk kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (22/5/2017).

Menurut Kepala Humas Pengadilan Tipikor Jakarta, Yohanes Priana, dalam sidang ke-16 ini, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedianya akan menghadirkan tujuh saksi.

Sebagian besar dari ketujuh saksi tersebut merupakan pihak swasta yang merupakan bagian dari konsorsium pelaksana e-KTP.

(Baca: KPK Diminta Optimalkan Pengembalian Uang Negara dalam Kasus e-KTP)

Pertama, jaksa berencana menghadirkan Endah Lestari yang merupakan Panitia Penerima dan Pemeriksa Hasil Pengadaan dalam proyek e-KTP.

Endah pernah diperintah oleh para terdakwa untuk untuk membuat Berita Acara Pemeriksaan dan Penerimaan Hasil Pengadaan sesuai dengan target sebagaimana dalam kontrak, yakni seolah-olah konsorsium PNRI telah menyelesaikan target pekerjaannya 100 persen.

Padahal, sampai dengan akhir masa pelaksanaan pekerjaan yakni pada tanggal 31 Desember 2013, konsorsium PNRI hanya dapat melakukan pengadaan blangko KTP Elektronik sebanyak 122.109.759 keping, dari target pekerjaan sebagaimana ditentukan dalam kontrak awal yakni sebanyak 172.015.400 keping.

(Baca: Saksi Kasus E-KTP Tinggal di Singapura karena Merasa Jiwanya Terancam)

Berikutnya, jaksa akan menghadirkan Junaidi yang merupakan bendahara pembantu proyek e-KTP. Ia pernah menerima uang sejumlah Rp 30 juta dari terdakwa II, yakni Sugiharto.

Selanjutnya, jaksa akan menghadirkan Willy Nusantara Najoan yang merupakan karyawan PT Quadra Solutions. Kemudian, Amilia Kusumawardhani yang merupakan Vice President di PT Biomorf.

Selain nama-nama tersebut, jaksa KPK juga akan menghadirkan beberapa saksi yang namanya tidak tercantum dalam surat dakwaan. Mereka adalah, Nadjamudin Abror, Ferry Haryanto dan Melyanawati.

Kompas TV Sidang Praperadilan Miryam Digelar di PN Jaksel
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.