Raja Salman Beri Ibadah Haji Gratis bagi Keluarga Anggota Densus 88

Kompas.com - 02/03/2017, 17:00 WIB
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud dan Presiden Joko Widodo saat memasuki Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (2/3/2017). Kunjungan Raja Salman ke Indonesia setelah 47 tahun lalu dalam rangka kerja sama bilateral Indonesia - Arab Saudi. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGRaja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud dan Presiden Joko Widodo saat memasuki Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (2/3/2017). Kunjungan Raja Salman ke Indonesia setelah 47 tahun lalu dalam rangka kerja sama bilateral Indonesia - Arab Saudi.
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com — Mabes Polri menyambut baik hadiah naik haji gratis dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud untuk keluarga anggota Densus 88 Antiteror Polri yang terluka hingga tewas saat bertugas.

Menurut Kepala Bagian Mitra Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono, hadiah ini sudah lama dibahas bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Suhardi Alius, Densus 88, dan Raja Salman dalam kunjungan ke Arab Saudi dua tahun lalu.

"Ada pembicaraan bahwa beliau akan memberikan reward kepada anggota Densus yang telah gugur dan terluka saat melaksanakan tugas," ujar Awi di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (2/3/2017).

(baca: Kepada Raja Salman, Ketua DPR Minta Kuota Haji Indonesia Ditambah)

Dari data Polri, anggota Densus 88 yang terluka dan meninggal saat menjalankan tugas sekitar 70 orang.

Jika anggota Densus 88 itu meninggal, maka hadiah akan diberikan kepada ahli waris, yakni orangtua atau keluarganya.

"Pihak Polri khususnya Densus 88 diberikan reward setiap tahunnya lima orang dinaikkan haji," kata Awi.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan bahwa Arab Saudi akan memberi hadiah kepada anggota Densus 88 yang terlibat dalam penanggulangan terorisme.

Biaya ibadah haji itu diberikan kepada anggota Densus 88 yang tewas saat bertugas atau kepada keluarganya.

"Disepakati bagi keluarga dari anggota yang meninggal, maka orangtuanya per tahun akan dihajikan oleh kerajaan, lima orang, karena dianggap sebagai syuhada," kata Pramono.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKN Akui Antiradikalisme Jadi Salah Satu Aspek TWK Pegawai KPK

BKN Akui Antiradikalisme Jadi Salah Satu Aspek TWK Pegawai KPK

Nasional
Kemenag Pelajari Implikasi Putusan MA Terkait Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam Sekolah

Kemenag Pelajari Implikasi Putusan MA Terkait Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam Sekolah

Nasional
ICW Nilai Jokowi Perlu Turun Tangan Terkait Polemik Alih Status Pegawai KPK

ICW Nilai Jokowi Perlu Turun Tangan Terkait Polemik Alih Status Pegawai KPK

Nasional
BKN: Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Berbeda dengan TWK CPNS

BKN: Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Berbeda dengan TWK CPNS

Nasional
UPDATE 8 Mei: 8,58 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13,28 Juta Dosis Pertama

UPDATE 8 Mei: 8,58 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13,28 Juta Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 8 Mei: 6.130 Kasus Baru Tersebar di 31 Provinsi, Jabar Tertinggi Capai 2.209

UPDATE 8 Mei: 6.130 Kasus Baru Tersebar di 31 Provinsi, Jabar Tertinggi Capai 2.209

Nasional
UPDATE 8 Mei: Ada 99.003 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 8 Mei: Ada 99.003 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 8 Mei: 74.547 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 8 Mei: 74.547 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE 8 Mei: Tambah 179, Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 46.842

UPDATE 8 Mei: Tambah 179, Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 46.842

Nasional
UPDATE 8 Mei: Tambah 5.494, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.563.917

UPDATE 8 Mei: Tambah 5.494, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.563.917

Nasional
UPDATE 8 Mei: Ada 86.552 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 8 Mei: Ada 86.552 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Buka Peluang Usung Kader pada Pilpres 2024, PAN Tetap Akan Realistis

Buka Peluang Usung Kader pada Pilpres 2024, PAN Tetap Akan Realistis

Nasional
UPDATE 8 Mei: Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.709.762, Bertambah 6.130

UPDATE 8 Mei: Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.709.762, Bertambah 6.130

Nasional
Bamsoet: Apakah Diskusi Bisa Hentikan Kebrutalan KKB di Papua?

Bamsoet: Apakah Diskusi Bisa Hentikan Kebrutalan KKB di Papua?

Nasional
Abraham Samad Duga TWK Bertujuan Singkirkan 75 Pegawai KPK

Abraham Samad Duga TWK Bertujuan Singkirkan 75 Pegawai KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X