Kompas.com - 01/02/2017, 21:04 WIB
Penulis Ihsanuddin
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi sikap Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang sudah meminta maaf kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin.

Lukman juga berharap agar Ma'ruf menerima permintaan maaf Ahok.

"Kalau kita bisa saling memaafkan, saya pikir ini sesuatu yang positif. Yang merasa melakukan itu bisa menyampaikan permohonan maaf, kemudian Pak Kyai Ma'ruf Amin bisa memberi maaf," kata Lukman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (2/1/2017).

Dalam persidangan kasus penistaan agama kemarin, Ahok dan kuasa hukumnya menyebut Ma'ruf telah berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam percakapan itu, SBY disebut kuasa hukum Ahok untuk meminta MUI mengeluarkan fatwa terkait kasus penistaan agama yang menjerat Ahok.

(Baca: Pihak Ahok Janji Tunjukkan Bukti Telepon SBY-Ketua Umum MUI dalam Sidang)

Selain itu, Ma'ruf dituding menutupi latar belakangnya yang pernah menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menag menyadari pernyataan Ahok kepada Ma'ruf dilontarkan dalam rangka membela diri. Menurut dia, hal tersebut merupakan sesuatu yang dapat dimaklumi.

"Tapi bagaimana pun juga, ketika itu di ruang publik, lalu kemudian ada sebagian masyarakat kita yang menilai penggunaan pilihan diksi, kosakata, apalagi terhadap orang yang dihormati, itu memang bisa menimbulkan penafsiran lain," ucap Lukman.

Lukman juga berharap masalah ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak, termasuk Ahok. Dengan begitu, hal serupa tidak terulang di kemudian hari.

"Sehingga tidak semakin menambah kegaduhan atau hal hal yang tidak kita kehendaki," ucapnya.

Ahok sebelumnya menyatakan permintaan maaf kepada Ketua MUI Ma'ruf Amin. Dia juga menegaskan tidak akan melaporkan Ma'ruf Amin.

"Saya meminta maaf kepada KH Ma'ruf Amin apabila terkesan memojokkan beliau," kata Ahok, Rabu (1/2/2017).

Menurut Ahok, meski jaksa menghadirkan Ma'ruf Amin sebagai Ketua Umum MUI, dia mengakui bahwa Ma'ruf juga sesepuh NU.

"Saya menghormati beliau sebagai sesepuh NU, seperti halnya tokoh-tokoh lain di NU, Gus Dur, Gus Mus, tokoh-tokoh yang saya hormati dan panuti," ujarnya.

(Baca juga: Ahok: Saya Hargai Sesepuh NU, Selama Ini NU yang Bela Saya)

 

Dia juga menegaskan bahwa apa yang terjadi kemarin merupakan proses yang ada dalam persidangan.

"Saya sebagai terdakwa sedang mencari kebenaran untuk kasus saya," kata dia.

Ma'ruf Amin sendiri menyatakan telah memberikan maaf kepada Ahok.

"Namanya orang sudah minta maaf masa tidak dimaafkan," ujar Ma'ruf.

Kompas TV Ketua MUI Jadi Saksi, Ini yang Didalami Pengacara Ahok
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.