Patrialis Akbar Sering Diperiksa oleh Dewan Etik MK

Kompas.com - 26/01/2017, 18:26 WIB
Ketua Dewan Etik Mahkamah Konstitusi (MK) Abdul Mukti Fajar saat menanggapi pertanyaan awak media di MK, Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2017). Fachri FachrudinKetua Dewan Etik Mahkamah Konstitusi (MK) Abdul Mukti Fajar saat menanggapi pertanyaan awak media di MK, Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2017).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Etik Mahkamah Konstitusi (MK) Abdul Mukti Fajar mengatakan bahwa hakim Patrialis Akbar merupakan salah satu anggota hakim MK yang paling sering tersandung persoalan dan mendapat teguran oleh Dewan Etik MK.

"Beliau hakim konstitusi yang sering diperiksa oleh Dewan Etik dan beliau paling sering merasa terima kasih karena sering diingatkan oleh kami," ujar Abdul di MK, Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2017).

Ia mengatakan, sejumlah persoalan yang ditangani Dewan Etik atas Patrialis itu di antaranya perihal pernyataan yang diucapkan.

Kemudian, teguran diberikan lantaran Patrialis dinilai kerap melalaikan tugas-tugas pokok, dan juga terlibat persoalan terkait pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak pada 2015.

Namun, Abdul enggan menjelaskan lebih jauh perkara-perkara yang dimaksudnya itu.

"Ada dua perkara terkait pilkada yang kami periksa. Pemeriksaan kami lakukan dengan mengundang pihak yang beperkara," kata dia.

Terkait kabar penangkapan Patrialis oleh Komsi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdul menilai, jika kabar tersebut benar maka hal itu merupakan musibah.

"Nah kalau sekarang kena musibah ya, Innalillahi wa innailaihi rojiun saja," ujarnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (25/1/2017).

(Baca: KPK Tangkap Tangan Hakim MK)

Menurut Ketua KPK Agus Rahardjo, ada sejumlah pihak yang diamankan. Penangkapan tersebut terkait dengan lembaga penegak hukum.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, salah satu hakim menerima suap terkait uji materi di MK.

Namun, baik MK atau KPK belum memastikan bahwa yang ditangkap adalah Patrialis Akbar.

(Baca juga: MK Belum Dapat Klarifikasi KPK soal Penangkapan Patrialis Akbar)

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X