Kompas.com - 06/01/2017, 18:05 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarluaskan buku Jokowi Undercover.

Buku ini telah dicetak sekitar 300 eksemplar, tetapi belum diketahui berapa jumlah yang sudah terjual.

"Jangan memperbanyak. Kalau memperbanyak, kami sudah mengusut ini pelanggaran ITE," ujar Tito di RS Polri, Jakarta Timur, Jumat (6/1/2017).

Selain itu, bagi masyarakat yang memiliki buku ini, Polri mengimbau agar menyerahkannya kepada polisi sebagai barang bukti.

Kapolri menegaskan, ada ancaman pidana bagi pihak yang menyebarluaskan buku tersebut.

Orang yang memperbanyak buku tersebut akan dianggap ikut andil dalam penyebaran berita bohong.

"Kalau ada yang memperbanyak dan mendistribusikan, maka kita akan lakukan tindakan hukum juga," kata Tito.

Buku Jokowi Undercover dijual bebas di dunia maya lewat akun Facebook pribadi Bambang dengan nama Bambang Tri.

Bambang telah ditangkap dan saat ini mendekam di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

Ia dianggap menyebar kebencian dan diskriminasi terhadap etnis dan ras tertentu dalam buku yang ditulisnya.

Salah satu hal yang ditulis Bambang dalam buku itu adalah menyebut Jokowi telah memalsukan data saat mengajukan diri sebagai calon presiden 2014 lalu.

Ia juga menyebut Desa Giriroto, Boyolali, merupakan basis Partai Komunis Indonesia terkuat se-Indonesia, padahal PKI telah dibubarkan sejak 1966.

Bambang menuliskannya seolah-olah hal tersebut nyata tanpa memiliki dokumen pendukung tulisannya itu.

Tuduhan yang dimuat pada buku itu didasarkan atas sangkaan pribadi Bambang.

Bambang juga dianggap menebarkan kebencian terhadap kelompok masyarakat yang bekerja di dunia pers.

Ia menyebut bahwa sosok Jokowi dan Jusuf Kalla muncul atas keberhasilan media massa dan melakukan kebohongan terhadap rakyat.

Kompas TV Ada Dalang di Balik Buku "Jokowi Undercover?
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.