Bareskrim Tangkap Dua Tersangka Penjual Orangutan

Kompas.com - 20/09/2016, 15:57 WIB
Bareskrim Polri KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOBareskrim Polri
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri menangkap dua orang, berinisial HY dan Z, yang diduga pelaku penjualan satwa yang dilindungi.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Purwadi Arianto mengatakan penangkapan berawal dari penangkapan HY yang membawa seekor orangutan dipintu keluar terminal bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur pada 26 Juli 2016.

"Dari keterangan HY, penyidik melakukan pengembangan di wilayah Medan dan menangkap Z," kata Purwadi di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Purwadi menuturkan, Z membawa empat orangutan dengan mobil Kijang. Di mobil, keempat orangutan berusia 3-7 bulan itu dikurung dalam kandang berjeruji besi yang dililit kawat. 

Dari pengakuan Z, empat orangutan tersebut milik seseorang berinisial K yang tinggal di Kota Fajar, Kabupaten Aceh Selatan.

"Z selaku sopir mobil travel jurusan Kota Fajar tujuan Medan disuruh bawa satwa itu untuk diserahkan pembelinya di Medan dengan ongkos dengan sewa Rp 200.000 dan dibayar lagi Rp 200.000 setelah diambil pembeli," ucap Purwadi.

Menurut Purwadi, Z mengaku akan menjual empat orangutan seharga Rp 31 juta. Kini, satu orangutan dari HY berada di PPS cikanangan Sukabumi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan empat orangutan yang disita dari Z diamankan di Sumatra Orang Utan Center, Sibolangit, Sumatera Utara.

Purwadi mengungkapkan, Bareskrim semula berniat untuk mengendus jaringan perdagangan satwa liar setelah penangkapan bulan Juli lalu. Namun polisi memutuskan untuk menunda. 

"Saya coba cari jaringannya. Percobaan pembeli tidak bisa dihukum. Tadinya mau kami tunggu dulu sampai ada pembeli. Rupanya kondisi orangutan sudah mengenaskan, bisa mati," ujar Purwadi.

Atas tindakan itu, HY dan Z dikenakan Pasal 21 ayat 2 huruf a Jo pasal 40 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan penjara paling lama lima tahun dan denda ping banyak Rp 100 juta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Moeldoko: Kami Akan Kawal Pemulihan Pariwisata di Bali

Moeldoko: Kami Akan Kawal Pemulihan Pariwisata di Bali

Nasional
Satgas Sebut Suplai dan Jadwal Vaksin Covid-19 Terjaga untuk Penuhi Target 1 Juta Per Hari

Satgas Sebut Suplai dan Jadwal Vaksin Covid-19 Terjaga untuk Penuhi Target 1 Juta Per Hari

Nasional
Ngabalin: TWK Internal KPK, Pemerintah Tak Bisa Komentar

Ngabalin: TWK Internal KPK, Pemerintah Tak Bisa Komentar

Nasional
[POPULER NASIONAL] Aturan Lengkap PPKM di 34 Provinsi | Jawaban Firli Saat Ditanya Pilih Pancasila atau Agama

[POPULER NASIONAL] Aturan Lengkap PPKM di 34 Provinsi | Jawaban Firli Saat Ditanya Pilih Pancasila atau Agama

Nasional
Satgas Covid-19 Ingatkan Lagi Tetap Disiplin Protokol Kesehatan meski Sudah Divaksinasi

Satgas Covid-19 Ingatkan Lagi Tetap Disiplin Protokol Kesehatan meski Sudah Divaksinasi

Nasional
Satgas: Efektivitas Vaksin Covid-19 Masih Tinggi, Termasuk Melindungi dari Varian Delta

Satgas: Efektivitas Vaksin Covid-19 Masih Tinggi, Termasuk Melindungi dari Varian Delta

Nasional
BKN Sebut Informasi Pelaksanaan TWK Pegawai KPK Rahasia Negara

BKN Sebut Informasi Pelaksanaan TWK Pegawai KPK Rahasia Negara

Nasional
Sespri Edhy Prabowo Ungkap Alasan soal Perusahaan yang Tak Dapat Jatah Ekspor Benih Benur

Sespri Edhy Prabowo Ungkap Alasan soal Perusahaan yang Tak Dapat Jatah Ekspor Benih Benur

Nasional
Periksa Yoory Corneles, KPK Dalami Sumber Anggaran Pengadaan Lahan di Munjul

Periksa Yoory Corneles, KPK Dalami Sumber Anggaran Pengadaan Lahan di Munjul

Nasional
Prabowo Optimistis Dialog ASEAN-China Selesaikan Masalah Kawasan, Termasuk Laut China Selatan

Prabowo Optimistis Dialog ASEAN-China Selesaikan Masalah Kawasan, Termasuk Laut China Selatan

Nasional
Target 1 Juta Vaksinasi Covid-19 per Hari, Bio Farma Pastikan Stok Vaksin Aman

Target 1 Juta Vaksinasi Covid-19 per Hari, Bio Farma Pastikan Stok Vaksin Aman

Nasional
Setelah Dilantik Jadi ASN, 1.271 Pegawai KPK Akan Jalani Orientasi

Setelah Dilantik Jadi ASN, 1.271 Pegawai KPK Akan Jalani Orientasi

Nasional
Gereja Direlokasi, Pengurus GKI Yasmin: Apa Gunanya Putusan Pengadilan?

Gereja Direlokasi, Pengurus GKI Yasmin: Apa Gunanya Putusan Pengadilan?

Nasional
Lonjakan Kasus Covid-19, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan

Lonjakan Kasus Covid-19, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan

Nasional
Pertimbangan Hakim dalam Putusan Banding Pinangki Dinilai Tidak Adil

Pertimbangan Hakim dalam Putusan Banding Pinangki Dinilai Tidak Adil

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X