Husni Kamil Manik, Mencairkan Suasana Rapat Genting dengan Kelembutan

Kompas.com - 08/07/2016, 11:02 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik DEYTRI ROBEKKA ARITONANGKetua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik
Penulis Amir Sodikin
|
EditorHeru Margianto

Pengunjung yang menyaksikan sidang ikut harap-harap cemas, akankah Yani menerima konklusi Husni? Jawaban balik dari Yani di luar ekspektasi semua pengunjung.

”Saya ingin akhiri saja, saya kira Sumsel ini beda tipis dengan yang terjadi di Nias Selatan. Tapi, kami tak akan menghambat ini. Walaupun kami bisa, kami tak menginginkan ini. Ini bentuk jiwa ksatria kami,” kata Yani yang merasa dicurangi dan kehilangan suara.

Ah...semua orang berlega hati. Husni menimpali, ”Ini bentuk negarawan, sebagai anggota DPR menunjukkan kelasnya. Walau kalah, berjiwa menang.”

”Belum kalah, Pak Ketua,” sambar Yani. Maka, forum pun akhirnya mengalir kembali. Berkali-kali Husni berhasil melontarkan icebreaking yang mampu mendinginkan hati yang panas.

Mengakui jika salah dan berjanji memperbaiki

Dalam kesempatan lain, kisah Husni memadamkan api kemarahan di ruang rapat tanpa terpancing emosi juga pantas untuk kita simak bersama. Kisah ini terjadi sebelum Pemilu 2014 dimulai, tepatnya terkait dengan protes akurasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) oleh berbagai pihak.

Nuansa kemarahan dan kekhawatiran tampak menyerbak di ruangan rapat pleno terbuka penyempurnaan daftar pemilih tetap di kantor KPU, Jakarta, Rabu (4/12/2013).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah menggebu-gebu mempresentasikan temuannya soal berbagai keanehan DPT, PDI-P akhirnya “menantang” KPU menyandingkan data versi KPU dengan temuan PDI-P.

”Kita ambil sampel sajalah secara acak, silakan KPU tentukan daerahnya mana. Kami sudah nggotong-nggotong komputer soalnya. Memungkinkan enggak kita sandingkan data DPT versi KPU dengan hasil temuan kami,” pinta Arif Wibowo, Ketua Tim Kajian Teknis DPT PDI-P saat itu.

Namun, tantangan PDI-P itu bertepuk sebelah tangan. ”Tak memungkinkan saat ini karena itu hal teknis,” kata Husni Kamil Manik berusaha mengakhiri debat hari itu.

Untuk meyakinkan komitmen KPU, Husni mengakui memang masih ada kekurangan, namun semua akan diproses untuk perbaikan. Husni sampai berjanji dengan nada tinggi, sesuatu yang jarang dilakukan oleh sosok lemah lembut ini.

”Kami tak akan membiarkan persoalan ini dibawa dalam pemungutan suara. Kami terbuka untuk perbaikan. Secara reguler kami akan rutin melakukan pertemuan,” kata Husni.

Ia mengakui jika ada kekurangan, sambil berjanji untuk serius memperbaiki.

Jawaban Husni tak memuaskan Arif sebagai orang PDI-P yang pernah ditelikung oleh kualitas DPT yang amburadul di pemilu sebelumnya, sekaligus sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR yang mendukung berbagai program dan pendanaan KPU.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kiai Ali: Mendung Situbondo di Muktamar Lampung

Kiai Ali: Mendung Situbondo di Muktamar Lampung

Nasional
57 Mantan Pegawai KPK yang Tak Lulus TWK Segera Diangkat Jadi ASN Polri

57 Mantan Pegawai KPK yang Tak Lulus TWK Segera Diangkat Jadi ASN Polri

Nasional
Penambahan 245 Kasus Baru Covid-19 dan Kenaikan di 17 Kabupaten/Kota

Penambahan 245 Kasus Baru Covid-19 dan Kenaikan di 17 Kabupaten/Kota

Nasional
Nama-nama Petahana yang Lolos Seleksi Tertulis Calon Anggota KPU-Bawaslu

Nama-nama Petahana yang Lolos Seleksi Tertulis Calon Anggota KPU-Bawaslu

Nasional
Risma Minta Tunarungu Bicara, Teman Tuli Sebut Lebih Suka Berbahasa Isyarat

Risma Minta Tunarungu Bicara, Teman Tuli Sebut Lebih Suka Berbahasa Isyarat

Nasional
Kritik Mahfud, Pakar: Tak Ada yang Membingungkan dalam Putusan MK soal UU Cipta Kerja

Kritik Mahfud, Pakar: Tak Ada yang Membingungkan dalam Putusan MK soal UU Cipta Kerja

Nasional
Prabowo Digugat Eks Ketua DPC Rp 501 Miliar, Gerindra: Santai Sajalah

Prabowo Digugat Eks Ketua DPC Rp 501 Miliar, Gerindra: Santai Sajalah

Nasional
Eks Pegawai KPK Dinilai Akan Berkontribusi Positif di Kepolisian

Eks Pegawai KPK Dinilai Akan Berkontribusi Positif di Kepolisian

Nasional
UPDATE 3 Desember: Vaksinasi Covid-19 Lansia Dosis Pertama Capai 54,41 Persen

UPDATE 3 Desember: Vaksinasi Covid-19 Lansia Dosis Pertama Capai 54,41 Persen

Nasional
Gugat Prabowo, Eks Ketua DPC Gerindra Blora Ingin Pemecatannya Dibatalkan

Gugat Prabowo, Eks Ketua DPC Gerindra Blora Ingin Pemecatannya Dibatalkan

Nasional
Raih Penghargaan Wakaf Produktif, Dompet Dhuafa Bersemangat Tingkatkan Inovasi

Raih Penghargaan Wakaf Produktif, Dompet Dhuafa Bersemangat Tingkatkan Inovasi

Nasional
Mensos Risma Diminta Berinovasi, Bukan Minta Tunarungu Bicara

Mensos Risma Diminta Berinovasi, Bukan Minta Tunarungu Bicara

Nasional
Aturan Jadi ASN Polri Terbit, MAKI Berharap Eks Pegawai KPK Segera Dilantik

Aturan Jadi ASN Polri Terbit, MAKI Berharap Eks Pegawai KPK Segera Dilantik

Nasional
Peraturan Jadi ASN Polri Terbit, Eks Pegawai KPK Tunggu Undangan Kapolri

Peraturan Jadi ASN Polri Terbit, Eks Pegawai KPK Tunggu Undangan Kapolri

Nasional
Surya Sahetapy: Teman Tuli Punya Cara Komunikasi yang Beragam

Surya Sahetapy: Teman Tuli Punya Cara Komunikasi yang Beragam

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.