Kapal Taiwan Kabur Ditembaki Kapal KKP di Selat Malaka

Kompas.com - 24/03/2016, 17:29 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama anggota Satuan Tugas 115 di lokasi peledakan kapal MV Viking di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Senin (14/3/2016). KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHAMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama anggota Satuan Tugas 115 di lokasi peledakan kapal MV Viking di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Senin (14/3/2016).
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membenarkan bahwa kapal kementeriannya menembaki kapal nelayan Taiwan yang menangkap ikan di perairan Indonesia, tepatnya di Selat Malaka. Peristiwa itu terjadi pada Senin (21/3/2016).

"Ya, dia sambil jalan, sambil mancing. Mata pancingnya kelihatan sama kita. Kita suruh berhenti, dia tidak mau. Maka kami keluarkan tembakan," ujar Susi di Kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, Kamis (24/3/2016).

Karena kapal Taiwan melarikan diri, Susi tidak dapat mengetahui apakah ada awak kapal yang terluka atau tidak. (baca: Dua Jempol untuk Menteri Susi)

Susi menegaskan, kementeriannya bersama-sama dengan TNI, Polri, dan aparat hukum lain berkomitmen menjaga teritorial perairan Indonesia dari penjarah ikan.

"Kami akan tetap menegakkan hukum kita dan menangkap setiap kapal ilegal fishing di wilayah kita. Itu saja," ujar Susi.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengakui, beredar pemberitaan bahwa aksi kapal KKP atas kapal Taiwan itu melanggar prosedur. (baca: Pemerintah China Minta Delapan ABK KM Kway Fey 10078 Dikembalikan)

Sebab, kapal KKP langsung menembak ke arah kabin kemudi. Soal itu, Luhut pun membantahnya.

"Semua prosedur menghadapi kapal yang masuk di teritorial kita sudah sesuai aturan hukum di internasional. Mulai dari peringatan bendera, peringatan suara, tembakan ke atas sampai tembakan ke buritan. Itu harus clear," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Indeks Perspesi Korupsi Turun Pertama Kali sejak 2008, Laode: Jangan Kita Anggap Biasa Saja

Indeks Perspesi Korupsi Turun Pertama Kali sejak 2008, Laode: Jangan Kita Anggap Biasa Saja

Nasional
Perpres Pencegahan Ekstremisme Dianggap Berpotensi Timbulkan Konflik Horizontal

Perpres Pencegahan Ekstremisme Dianggap Berpotensi Timbulkan Konflik Horizontal

Nasional
Mengenal Seluk-beluk Vaksin Sinovac

Mengenal Seluk-beluk Vaksin Sinovac

Nasional
 Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, KPK: Korupsi Beban Bangsa

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, KPK: Korupsi Beban Bangsa

Nasional
BEM SI Minta Kapolri Tuntaskan dan Tindak Tegas Kasus Pelanggaran HAM

BEM SI Minta Kapolri Tuntaskan dan Tindak Tegas Kasus Pelanggaran HAM

Nasional
Pekan Depan, Kejagung Berencana Gelar Perkara untuk Tetapkan Tersangka Kasus Asabri

Pekan Depan, Kejagung Berencana Gelar Perkara untuk Tetapkan Tersangka Kasus Asabri

Nasional
Dokumen Asli Hasil Penyelidikan TPF Munir Belum Ditemukan, Ombudsman Harap Kemensetneg Cari Solusi

Dokumen Asli Hasil Penyelidikan TPF Munir Belum Ditemukan, Ombudsman Harap Kemensetneg Cari Solusi

Nasional
Kapolri Listyo Sigit Berlatar Belakang Keluarga TNI, Ayahnya Perwira Angkatan Udara

Kapolri Listyo Sigit Berlatar Belakang Keluarga TNI, Ayahnya Perwira Angkatan Udara

Nasional
IDI: Kematian Tenaga Medis Indonesia 3 Besar di Dunia

IDI: Kematian Tenaga Medis Indonesia 3 Besar di Dunia

Nasional
Kemenag Pastikan Wakaf Uang Hanya Diinvestasikan Lewat Produk Keuangan Syariah

Kemenag Pastikan Wakaf Uang Hanya Diinvestasikan Lewat Produk Keuangan Syariah

Nasional
Skor Turun, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Setara Gambia dan di Bawah Timor Leste

Skor Turun, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Setara Gambia dan di Bawah Timor Leste

Nasional
Kemenko PMK: Pemerintah Akan Naikkan Harga Rokok di Pasaran

Kemenko PMK: Pemerintah Akan Naikkan Harga Rokok di Pasaran

Nasional
Pesan Jokowi, Masyarakat Jangan Gunakan Dana Bansos Covid-19 untuk Beli Rokok

Pesan Jokowi, Masyarakat Jangan Gunakan Dana Bansos Covid-19 untuk Beli Rokok

Nasional
Mendagri Minta Dukungan Pemda Wujudkan Kerja Sama dengan UNICEF

Mendagri Minta Dukungan Pemda Wujudkan Kerja Sama dengan UNICEF

Nasional
Kemenko PMK: Masalah Konsumsi Rokok Remaja Harus Segera Diatasi

Kemenko PMK: Masalah Konsumsi Rokok Remaja Harus Segera Diatasi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X