Dukung Ahok, Nasdem Pastikan Tak Minta Mahar Politik

Kompas.com - 11/03/2016, 14:14 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Yenny Wahid dari Wahid Institute menghadiri acara bersama di Rusunawa Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (5/3/2016). 


Andri Donnal PuteraGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Yenny Wahid dari Wahid Institute menghadiri acara bersama di Rusunawa Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (5/3/2016).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSabrina Asril
JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Nasdem memastikan mendukung Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon Gubernur DKI Jakarta tanpa syarat. Nasdem tidak akan meminta biaya sepeser pun kepada pria yang akrab disapa Ahok tersebut.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPP Partai Nasdem Johnny G Platte menanggapi pernyataan Ahok mengenai dana Rp 100-200 miliar untuk diusung sebagai cagub DKI dari partai politik. Ahok menyebut dana tersebut dibutuhkan untuk menggerakkan mesin partai.

"Yang pasti Nasdem tanpa mahar," kata Johnny saat dihubungi, Jumat (11/3/2016).

(Baca: PDI-P: Jangan-jangan Ahok Sudah Bayar Rp 100 Miliar ke Nasdem)

Johnny menambahkan, tak adanya mahar politik bukan hanya berlaku bagi Ahok, tetapi juga seluruh kepala daerah lainnya.

Menurut dia, sejak awal Nasdem memang meniadakan praktik-praktik politik uang sehingga pemimpin yang dilahirkan benar-benar bersih dan bisa berbuat yang terbaik bagi masyarakat yang dipimpinnya.

"Mesin Partai Nasdem tentu tidak dibiayai dari dana mahar politik," tegas Wakil Ketua Fraksi Nasdem di DPR ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca: Teman Ahok Kebanjiran KTP sejak Ahok Umumkan Maju lewat Jalur Independen)

Johnny mengatakan,setiap parpol mempunyai cara pembiayaan masing-masing untuk membiayai mesin partainya. Namun dia tidak mau membuka darimana dana yang didapat Nasdem untuk menggerakkan mesin partainya itu.

"Bukan untuk konsumsi publik, tapi mekanisme laporan keuangan partai sudah diatur baik terkait dana APBN maupun dana kampanye pada pileg," kata dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo Ditahan Terpisah

Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo Ditahan Terpisah

Nasional
Kunjungan Kerja, Wapres Puji Mal Pelayanan Publik Banyuwangi

Kunjungan Kerja, Wapres Puji Mal Pelayanan Publik Banyuwangi

Nasional
KSAL: TNI AL Harus Siap Hadapi Ancaman Konvensional dan Nonkonvensional

KSAL: TNI AL Harus Siap Hadapi Ancaman Konvensional dan Nonkonvensional

Nasional
Novel Baswedan Laporkan Pimpinan KPK Lili Pintauli ke Dewas

Novel Baswedan Laporkan Pimpinan KPK Lili Pintauli ke Dewas

Nasional
Kejagung Ungkap Peran 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo

Kejagung Ungkap Peran 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo

Nasional
Salah Satu Saksi Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo Meninggal Dunia saat Hendak Diperiksa Kejagung

Salah Satu Saksi Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo Meninggal Dunia saat Hendak Diperiksa Kejagung

Nasional
Muzani: Gerindra Ingin Belajar dari Loyalitas Santri kepada Kiai

Muzani: Gerindra Ingin Belajar dari Loyalitas Santri kepada Kiai

Nasional
Saksi Sebut Sarana Jaya Awalnya Ajukan Anggaran Rp 5,5 Triliun Dalam Penyertaan Modal Daerah

Saksi Sebut Sarana Jaya Awalnya Ajukan Anggaran Rp 5,5 Triliun Dalam Penyertaan Modal Daerah

Nasional
Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo

Nasional
Naik Pesawat ke Wilayah Level 3 dan 4 Non Jawa-Bali Juga Wajib Tes PCR

Naik Pesawat ke Wilayah Level 3 dan 4 Non Jawa-Bali Juga Wajib Tes PCR

Nasional
Kemenkes Klaim Indonesia Jadi Negara Non Produsen Vaksin Covid-19 yang Capaian Vaksinasinya Terbaik

Kemenkes Klaim Indonesia Jadi Negara Non Produsen Vaksin Covid-19 yang Capaian Vaksinasinya Terbaik

Nasional
3 Orang dan 1 Korporasi Tersangka Kasus Pengadaan Lahan di Munjul Segera Disidang

3 Orang dan 1 Korporasi Tersangka Kasus Pengadaan Lahan di Munjul Segera Disidang

Nasional
Sebaran 15.594 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 21 Oktober 2021

Sebaran 15.594 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 21 Oktober 2021

Nasional
UPDATE 21 Oktober: Ada 4.336 Kasus Suspek Covid-19

UPDATE 21 Oktober: Ada 4.336 Kasus Suspek Covid-19

Nasional
Pengacara Sebut Luhut Tak Datang Mediasi Atas Permintaan Penyidik

Pengacara Sebut Luhut Tak Datang Mediasi Atas Permintaan Penyidik

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.