Masjid Istiqlal dan "Proyek Megalomania" ala Soekarno

Kompas.com - 22/02/2016, 06:06 WIB
Penulis Bayu Galih
|
EditorBayu Galih

"Ada surat kabar yang menuliskan tentang orang yang berpenyakit megalomania," tutur Soekarno.

Soekarno tidak membantah tuduhan itu. Dia malah menjelaskan bahwa megalomania itu harus dimaknai sebagai keinginan untuk menciptakan "kebesaran" dan "kemegahan".

Modern dan Monumental

Dikutip dari buku digital Rumah Silaban (mAAN Indonesia Publishing/2008), sebagai seorang insinyur, Soekarno menjadikan arsitektur sebagai "narasi" dalam perjuangan memulai bangsa baru, yang maju, bebas, serta progresif.

Karena itu Soekarno lebih menyukai gaya arsitektur modern. Hal ini dilakukan untuk lepas dari gaya arsitektur yang dianggapnya berbau "kolonialisme Belanda".

Persentuhan Soekarno dengan arsitektur modern juga semakin melekat saat magang di kantor Wolff Schoemaker. Arsitek Belanda itu memang dikenal ingin membawa modernisme Indonesia, dalam sebuah gaya yang didefinisi sebagai "Arsitektur Indis".

Namun, ada faktor lain yang menjadi pertimbangan Soekarno memilih gaya modern. Bermacam etnisitas yang ada di Indonesia membuat Soekarno menganggap bahwa gaya arsitektur modern bersifat netral, ketimbang menonjolkan etnisitas tertentu.

Selain modern, Soekarno dikenal menyukai sesuatu yang monumental. Bermacam hal yang monumental dianggap sebagai cara Soekarno untuk menyebarkan idenya, sehingga lebih mudah dipahami massa.

Dok Kompas/Dudy Sudibyo (DS) Arsitek Friedrich Silaban
Sejumlah faktor ini yang menjadikan Soekarno menyukai rancangan arsitektur Friedrich Silaban. Karya-karya Silaban dianggap mewakili ide dan gagasan Soekarno, dengan perpaduan proporsi, harmoni, serta ritme dan skala yang tepat.  

Tidak heran jika kemudian Silaban diberi ruang untuk menghadirkan karya yang modern dan monumental di era Soekarno.

Setelah menghasilkan Gelora Bung Karno, Monumen Nasional (bersama RM Soedarsono), dan Kantor Pusat Bank Indonesia, Silaban pun diberi kesempatan untuk menggarap Masjid Istiqlal.

Meski begitu, Silaban tidak begitu saja dipilih sebagai arsitek perancang Istiqlal. Silaban dipilih setelah melalui proses sayembara dengan dewan juri yang dipimpin Soekarno.

Adapun anggota juri lain adalah Prof Ir Rooseno, Ir H Djuanda, Ir Suwardi, Hamka, Abubakar Aceh, dan Oemar Husein Amin.

Silaban jadi pemenang sayembara berhadiah uang Rp 25.000 dan emas murni 75 gram, dengan rancangan yang berjudul "Ketuhanan".

Sejak saat itu, proses pembangunan Istiqlal menjadi masjid yang diidamkan Soekarno pun dimulai.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok Masuk Kategori Zona Merah Covid-19

Depok Masuk Kategori Zona Merah Covid-19

Nasional
Keputusan PBNU Tetap Ikut Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Keputusan PBNU Tetap Ikut Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Nasional
Satgas: Tidak 'Lockdown' Bukan Berarti Pemerintah Terapkan 'Herd Immunity'

Satgas: Tidak "Lockdown" Bukan Berarti Pemerintah Terapkan "Herd Immunity"

Nasional
KSAD Pimpin Sertijab 7 Jabatan, dari Pangdam Jaya hingga Pangkostrad

KSAD Pimpin Sertijab 7 Jabatan, dari Pangdam Jaya hingga Pangkostrad

Nasional
Kongres Luar Biasa Gerindra Akan Tetapkan Prabowo Jadi Ketua Umum Lagi

Kongres Luar Biasa Gerindra Akan Tetapkan Prabowo Jadi Ketua Umum Lagi

Nasional
Komisi Kejaksaan Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejagung terhadap Jaksa Pinangki

Komisi Kejaksaan Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejagung terhadap Jaksa Pinangki

Nasional
KSAU Tinjau Pembangunan Satuan Peluru Kendali NASAMS

KSAU Tinjau Pembangunan Satuan Peluru Kendali NASAMS

Nasional
Periksa Nurhadi, KPK Konfirmasi soal Barang-barang yang Disita

Periksa Nurhadi, KPK Konfirmasi soal Barang-barang yang Disita

Nasional
Periksa Bupati Blora, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari PT Dirgantara Indonesia

Periksa Bupati Blora, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari PT Dirgantara Indonesia

Nasional
Tommy Soeharto Keberatan Namanya Dicatut dalam Kepengurusan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Tommy Soeharto Keberatan Namanya Dicatut dalam Kepengurusan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Nasional
Ekonomi Indonesia Terkontraksi, Kemensos Percepat Penyaluran Bansos

Ekonomi Indonesia Terkontraksi, Kemensos Percepat Penyaluran Bansos

Nasional
Sejauh Ini, Kedua Terpidana Kasus Novel Baswedan Belum Dijatuhi Sanksi Etik

Sejauh Ini, Kedua Terpidana Kasus Novel Baswedan Belum Dijatuhi Sanksi Etik

Nasional
Capai Target Bauran Energi 23 Persen, Indonesia Kerja Sama dengan Inggris Luncurkan Program Mentari

Capai Target Bauran Energi 23 Persen, Indonesia Kerja Sama dengan Inggris Luncurkan Program Mentari

Nasional
Jaksa Pinangki Mangkir Panggilan, Komisi Kejaksaan: Atasannya Kirim Surat

Jaksa Pinangki Mangkir Panggilan, Komisi Kejaksaan: Atasannya Kirim Surat

Nasional
Tanggapi Klaim Risma, Satgas Sebut Zonasi Risiko Covid-19 Kewenangan Pusat

Tanggapi Klaim Risma, Satgas Sebut Zonasi Risiko Covid-19 Kewenangan Pusat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X